Ini Alasan Anies Kembali Perbolehkan Motor di Jalan Protokol

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, memberikan pengarahan kepada Walikota, Camat dan Lurah se-DKI Jakarta di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Senin 13 November 2017. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Oleh: Deti Mega Purnamasari / YUD | Selasa, 14 November 2017 | 12:05 WIB

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan alasan mengapa dirinya akan mencabut larangan sepeda motor di sebagian Jalan Sudirman, Jalan M.H. Thamrin, hingga Jalan Medan Merdeka Barat.

"Ada 480.000 mikro kecil yang diantarkan pakai motor per hari yang terhambat karena ada larangan roda dua. Itu pesanan rakyat kecil," ujar Anies dihadapan para ulama dan tokoh agama saat melakukan silaturahmi di Balai Kota, Selasa (14/11).

Oleh karena itu, katanya, ia ingin ada kesetaraan untuk seluruh warga Jakarta, sebab paling terpenting baginya adalah soal keberpihakan. Ia mengatakan, kebijakan yang diambil harus memberdayakan mereka yang di bawah.

"Insya Allah besok mereka bisa leluasa (motor lewat di Sudirman-Merdeka Barat). Jadi ini keluhannya bagaimana mengaturnya supaya tidak macet, itu soal manajemen, bukannya (malah) dilarang," katanya.

Anies menganalogikan masalah pembatasan sepeda roda dua tersebut dengan tragedi terowongan Mina di Mekkah, Arab Saudi pada tahun 1990 yang mengakibatkan banyak jemaah haji dari berbagai penjuru dunia tewas akibat jemaah haji baik yang akan pergi melempar jumrah maupun yang pulang, berebutan dari dua arah untuk memasuki satu-satunya terowongan yang menghubungkan tempat jumrah dan Haratul Lisan.

Tragedi tersebut, katanya, tidak membuat Terowongan Mina malah ditutup oleh Pemerintah Arab Saudi sehingga tidak bisa dilewati lagi oleh para jamaah haji. Justru, katanya, pengelolaan dan pegaturan mereka yang akan melewati terowongan itu lah yang seharusnya dilakukan.

"Ini sama juga. Jakarta hari ini banyak jalur roda 2 yang tidak teratur karena kitanya tidak mengatur. Karena itu besok diizinkan tapi diatur sehingga bisa operasi tapi ada peraturan," katanya.

Oleh karena itu, ke depan, pihaknya akan mengambil kebijakan-kebijakan di bawah untuk naik. Harapannya, katanya, agar Jakarta di tahun-tahun selanjutnya memiliki perasaan optimistis.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT