Soal Pergub Pakaian Dinas, Sandiaga Tak Mau Repotkan Anies

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berdiskusi dengan Wakilnya Sandiaga Uno, sesaat sebelum memberikan pengarahan kepada Walikota, Camat dan Lurah se-DKI Jakarta di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Senin 13 November 2017. Dalam Kesempatan tersebut Gubernur menyampaikan beberapa hal yang perlu di perhatikan dan di jadikan pegangan para pamong dalam melayani masyarakat. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Oleh: Lenny Tristia Tambun / BW | Selasa, 14 November 2017 | 12:06 WIB

Jakarta- Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno tidak mau meributkan rencana mengubah Peraturan Gubernur (Pergub) No 23 Tahun 2016 tentang Pakaian Dinas.

Ia tidak mau merepotkan Gubernur DKI, Anies Baswedan dengan membuat perubahan Pergub tentang pakaian dinas, hanya gara-gara dirinya yang kerap dikritik mengenakan pakaian dinas tak sesuai aturan.

“Pak Anies banyak urusan. Jadi jangan dibebani,” kata Sandiaga di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (14/11).
Oleh karena itu, ia yang akan menyesuaikan diri dengan aturan menggunakan pakaian dinas, yakni mengenakan ikat pinggang dan sepatu pantofel. “Saya yang menyesuaikanlah,” ujarnya.

Dengan mematuhi aturan berpakaian dinas pada Pergub tersebut, ia berharap polemik mengenai caranya berpakaian dinas dapat berakhir. Hal itu karena ia juga mau berkonsentrasi dengan tugasnya sebagai pamong rakyat Jakarta. Terlebih lagi saat ini, Jakarta sudah memasuki musim hujan yang lebat, sehingga mengakibatkan beberapa daerah Jakarta yang dulunya tak banjir menjadi banjir.


“Tentu sekarang kita harus suap siaga menghadapi musim hujan. Karena tidak bisa diprediksi. Kemarin sudah saya sampaikan, semua aparat Pemprov DKI harus siap on call, siap action on The spot dan mereka harus kerja 24 jam, tujuh hari seminggu. Itu yang kita harapkan,” terangnya.


Seperti diketahui, saat hari pertama kerja sebagai Wakil Gubernur DKI, Sandiaga sempat menuai kritik karena cara mengenakan pakaian dinas tidak sesuai aturan Pergub 23/2016.


Ia tidak mengenakan sepatu pantofel dan ikat pinggang berwarna hitam. Bahkan ia sempat menerima teguran dari salah satu pimpinan DPRD DKI. Mendapat teguran itu, Sandiaga langsung mengganti sepatu sneakers dengan pantofel.

Namun, perubahan itu tampaknya belum cukup, karena Sandi terlihat tidak memakai ikat pinggang hitam. Menurutnya, cara berpakaiannya saat ini lebih praktis walaupun tidak menggunakan ikat pinggang. Dan ia tidak terbiasa mengenakan ikat pinggang.

Ternyata, caranya berpakaian tak sesuai aturan Pergub sudah sampai ke telinga Presiden Joko Widodo (Jokowi). Saat ia bertemu dengan Jokowi di Istana Negara pada akhir Oktober 2017, Jokowi menanyakan cara berpakaiannya.

"Pak Jokowi kan nanya, terus ngecek sepatu saya. Beliau bilang sudah sesuai dengan Pergub kah sepatunya. Ya saya jawab saja, sudah Pak. Namun, masih ada satu yang belum sesuai, saya belum bisa pakai belt. Karena dari kecil enggak pernah pakai belt. Namun, saya berusaha menyesuaikan diri,” ungkapnya.


Ternyata, Jokowi pun tak memakai belt. Lalu dia bilang sama Sandiaga agar mengubah Pergub tersebut.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT