Sandiaga Minta Satpol PP Awasi Jalan Inspeksi KBB

Sejumlah gubuk liar tampak berdiri di sepanjang jalan inspeksi Kanal Banjir Barat (KBB), Jakarta, 6 November 2017. (BeritaSatu Photo)

Oleh: Lenny Tristia Tambun / FER | Selasa, 14 November 2017 | 16:40 WIB

Jakarta – Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Sandiaga Uno, meminta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI, Yani Wahyu, untuk menjaga jalan inspeksi di sepanjang Kanal Banjir Barat (KKB) yang sudah ditertibkan Senin (13/11) kemarin. Penjagaan bertujuan agar lahan tersebut tidak kembali diduduki oleh warga.

"Lahannya banyak digunakan untuk tempat usaha. Tetapi sekarang lokasi harus bersih, tidak boleh lagi ada disitu. Nanti kita tempatkan aparat disana untuk antisipasi agar mereka tidak kesana lagi. Saya sudah berikan perintah jelas ke Pak Yani. Satpol PP harus menempatkan personel disana lebih cepat,” kata Sandiaga di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (14/11).

Menurutnya, aparat Satpol PP yang ditempatkan untuk melakukan penjagaan, harus melakukan langkah persuasif bila ada warga yang ingin mendirikan bangunan liar. Langkah persuasif, kata dia, tidak boleh dengan tindakan yang kasar yang dapat melukai warga.

"Aparat Satpol PP kasih makan yang cukup, sarapan yang cukup, datangnya pagi sekali. Secara tentunya tegas persuasif, memberikan pesan yang jelas, agar penghuni yang kemarin jangan kembali lagi," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP DKI, Yani Wahyu, mengatakan, pihaknya siap mengerahkan aparat untuk menjaga jalan inspeksi di sepanjang KBB.

"Terkait penataan Tanah Abang masih digodok dengan Pak Gubernur dan Wakil Gubernur. Tetapi, Satpol PP DKI siap menjalankan perintah, untuk melakukan pengawasan sesuai dengan tupoksi,” kata Yani.

Menurutnya, Satpol PP siap menegakkan peraturan daerah dan menyelenggarakan penertiban serta melakukan pengawasan pascapenertiban. Karena itu, kata Yani, pihaknya akan menyiagakan sekitar 70 personil setiap pagi di kawasan tersebut untuk melakukan pengawasan.

"Kita akan perkuat. Jangan sampai trotoar dan sarana prasana disana dikuasai oknum yang tidak bertanggung jjawab. Kita tetap lakukan penjagaan, pengawasan terhadap kegiatan yang ada disana," tambahnya.






Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT