Ini Keterangan Saksi Terkait Kecelakaan Setya Novanto

Polisi olah TKP kecelakaan mobil Toyota Fortuner yang diduga ditumpangi Setya Novanto. (Beritasatu Photo/Bayu Marhaenjati)

Oleh: Bayu Marhaenjati / CAH | Jumat, 17 November 2017 | 11:21 WIB

Jakarta - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, telah meminta keterangan sejumlah saksi terkait kecelakaan tunggal mobil Toyota Fortuner B 1732 ZLO yang ditumpangi tersangka dugaan tindak pidana korupsi e-KTP Setya Novanto, di Jalan Permata Berlian, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (16/11) malam.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Halim Paggara mengatakan, saksi atas nama Suwadi, sekuriti, mengaku mendengar suara benturan ketika sedang berjaga sekitar 30 meter dari lokasi kejadian.

"Saksi Suwadi mendengar benturan dalam jarak 30 meter (sedang jaga). Kemudian mendekat ke TKP, didapatkan mobil Fortuner B 1732 ZLO menabrak tiang listrik. Saat itu, kondisi jalan beraspal, cuaca hujan gerimis dan lampu penerangan jalan menyala," ujar Halim, Jumat (17/11).

Selain Suwadi, tambahnya, polisi juga meminta keterangan saksi Akrom, pengemudi angkutan umum, yang sedang menunggu penumpang di lokasi.

"Dalam jarak sekitar 5 meter, dia melihat mobil menikung menabrak pohon, kemudian menabrak tiang listrik," ungkapnya.

Ia melanjutkan, anggota di lapangan juga meminta keterangan Arafik, petugas derek. Berdasarkan keterangannya, mobil itu berhenti dalam posisi menempel di tiang listrik.

"Ia melihat kerusakan mobil pada bagian kap mesin penyok, roda depan pelek pecah dan rusak, serta kaca samping kiri bagian tengah pecah. Posisi kendaraan menghadap ke utara, dengan ketiga ban di atas trotoar, dan ban kiri belakang masih di aspal," katanya.

Sebelumnya, Novanto mengalami kecelakaan lalu lintas ketika menumpang Toyota Fortuner B 1732 ZLO, di Jalan Permata Berlian, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (16/11) malam. Mobil itu dikendarai seorang wartawan Metro TV atas nama Hilman Matauchi.

Akibat kecelakaan itu, Novanto dikabarkan mengalami luka di bagian kepala dan tangannya. Saat ini, yang bersangkutan dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta Barat.

Diketahui, Novanto yang masuk daftar pencarian orang (DPO) sedang diburu penyidik Komisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait statusnya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP. Dalam kasus ini, Novanto beberapa kali mangkir dari pemanggilan pemeriksaan penyidik KPK, baik sebagai saksi dan tersangka.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT