Bertambah 58 Orang, Tim Gubernur Anies Sedot Dana Rp 28 M

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) berjabat tangan dengan Wakil Gubernur Sandiaga Uno (kiri) seusai mengikuti Rapat Paripurna di DPRD DKI Jakarta, 15 November 2017. (Antara/Aprilio Akbar)

Oleh: Deti Mega Purnamasari / CAH | Selasa, 21 November 2017 | 10:00 WIB

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana menambah anggota untuk Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP). Rencana tersebut membuat anggaran untuk pembiayaan tim melonjak dari semula Rp 2 miliar menjadi Rp 28 miliar dalam RAPBD DKI 2018. Lonjakan anggaran itu sejalan dengan penambahan 58 personel, dari 15 orang menjadi 73 orang.

Anies menyatakan pada masa kepemimpinannya, TGUPP hanya dibiayai APBD DKI Jakarta. Sebelumnya, pembiayaan TGUPP berasal dari pihak swasta sehingga berpotensi melahirkan konflik kepentingan dalam menyusun kebijakan untuk membantu percepatan pembangunan di DKI Jakarta.

“Karena itu sekarang malah kami buat transparan. Dengan menggunakan APBD, maka jelas tidak ada ketergantungan kepada pihak luar. Anda bisa lihat nama-namanya,” ujar Anies di Balai Kota Jakarta, Selasa (21/11)

Anies mengatakan ada banyak pekerjaan yang harus dipercepat di Jakarta, termasuk pembahasan RAPBD 2018 senilai Rp 77 triliun.

"TGUPP bukan tempat orang parkir, melainkan orang yang akan membantu mempercepat prosesnya. Mungkin menarik perhatian, tetapi ini good governance. ini tata kelola yang berjalan transparan dan kami malah yakin dengan cara seperti ini, maka tidak ada ketergantungan pihak swasta untuk biayai staf gubernur yang membantu gubernur,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Anies juga menyoroti pembiayaan TGUPP oleh swasta, tetapi personelnya bekerja di kantor gubernur.

“Yang bersangkutan kerja untuk gubernur atau perusahaan swasta kalau tidak dibiayai? Ini bukan menghemat, tetapi ini praktik yang tidak sesuai dengan good governance. Nanti, sesudah ada orangnya, silakan dinilai,” katanya.

Anggota TGUPP akan berasal dari PNS dan kalangan profesional yang ditunjuk langsung. Mereka yang berasal dari kalangan profesional adalah orang-orang yang kompeten dan relevan untuk membantu percepatan pembangunan.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT