Dituding Anies Dibiayai Swasta, Staf Ahok Angkat Suara

Anies Baswedan. (Antara)

Oleh: Deti Mega Purnamasari / YUD | Selasa, 21 November 2017 | 20:01 WIB

Jakarta - Para staf yang bekerja bersama Basuki Tjahaja Purnama semasa menjadi Gubernur DKI Jakarta angkat suara terkait pernyataan Gubernur DKI Jakarta saat ini, Anies Baswedan soal Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) yang didanai oleh swasta.

Meskipun tidak menyebut langsung soal TGUPP, tetapi sebagai staf yang bekerja di bawah kepemimpinan Ahok dan berada di lingkungan Balai Kota, membantah telah menerima dana yang berasal dari swasta. Bantahan tersebut dituliskan dalam akun resmi Basuki Tjahaja Purnama di sosial media Facebook, pada Selasa (21/11) sore.

Adapun postingan tersebut berisi sebagai berikut:

Diposting oleh @timbtp

Karena adanya pernyataan oleh Gubernur DKI saat ini terkait gaji staf Gubernur DKI pada masa sebelumnya yang dibiayai oleh swasta, kami dengan ini menjelaskan sebagai berikut:

Kami selama di Balaikota DKI Jakarta murni digaji dari Operasional Gubernur Pak Ahok, Operasional Gubernur selama pak Ahok menjabat dibagikan setiap bulannya untuk operasional Sekda, 5 walikota dan 1 bupati. Selain itu juga digunakan untuk kegiatan sosial seperti: menebus ijazah, kursi roda, renovasi rumah warga, renovasi rumah ibadah (termasuk masjid dan gereja), serta menambah honor untuk para OB dan cleaning service yang bekerja disekitar kantor gubernur.

Setiap ada kelebihan uang operasional pun dikembalikan ke kas daerah.

Sebelumnya, Anies menyatakan bahwa TGUPP selama ini dibiayai oleh perusahaan swasta. Padahal dalam beberapa peraturan gubernur soal TGUPP, tidak ada sama sekali tim yang membantu gubernur tersebut dibiayai oleh swasta.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT