Gas Elpiji 3 Kilogram Langka di Depok

Antrean pembeli gas elpiji tiga kilogram di wilayah Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat (Suara Pembaruan/Bhakti Hariani)

Oleh: Bhakti Hariani / CAH | Rabu, 6 Desember 2017 | 16:12 WIB

Depok - Kota Depok mengalami kelangkaan gas elpiji 3 kg sejak Senin (4/12). Kelangkaan gas elpiji ini terjadi merata di seluruh kecamatan se-Kota Depok.

Kelangkaan gas elpiji tiga kilogram ini membuat para ibu rumah tangga kebingungan. Nadia M Nasiir, warga Kecamatan Cimanggis mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas elipiji 3 kg. Dia pun sampai berburu gas elpiji hingga ke berbagai tempat.

"Pusing saya. Cari dimana mana kosong. Ini ada apa ya? Mau masak jadinya tertunda," kata Nadia di Depok, Jawa Barat, Rabu (6/12).

Selain Nadia, Vini Nathalia, warga Kecamatan Cipayung pun mengeluhkan hal yang sama. Kesulitan mencari gas elpiji tiga kilogram membuat Vini beralih membeli Bright Gas tabung pink dengan berat 5,5 kilogram.

"Ya daripada tidak masak. Gas ini kan kebutuhan pokok. Saya cari kemana mana tidak ada. Akhirnya suami saya beli Bright Gas ini di daerah Kelurahan Ratujaya. Lumayan juga harganya Rp350 ribu sudah dengan isinya," tutur Vini.

Abdul Haris Bucharie, warga Kecamatan Sawangan merasa kesal lantaran gas elpiji 3 kg tidak terdapat dimanapun. "Ya katanya subsidi untuk rakyat tapi kenapa malah susah sekali didapatkan. Kemarin ada antrean juga di dekat kantor Kelurahan Sawangan Lama langsung diserbu," ujar Abdul Haris.

Menanggapi kelangkaan ini, Ketua Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas Kota Depok Athar Susanto mengatakan, kelangkaan ini disebabkan adanya kekurangan pasokan gas elpiji lantaran libur panjang sejak Jumat 1 Desember lalu.

"Jadi ini bukan langka tetapi kemarin libur dari tanggal 1 Desember hingga baru aktif kembali hari Senin tanggal 4 Desember. Seperti biasanya kalau ada libur panjang kesannya jadi kekurangan pasokan. Padahal tidak demikian," kata Athar, Rabu (6/12).

Namun demikian kuota dan pasokan gas elpiji tiga kilogram untuk Kota Depok sama sekali tidak dikurangi. Bahkan untuk Natal dan Tahun Baru 2018, Hiswanamigas Kota Depok sudah menyiapkan tambahan fakultatif sebesar 10 persen dari jatah 1.4250.000 tabung untuk Kota Depok tiap bulannya.

"Kami sudah ajukan tambahan fakultatif Desember ini antisipasi untuk Natal dan Tahun Baru di Depok sebesar 10 persen dari jatah 1.4250.000 tabung setiap bulannya," ungkap Athar.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Depok Anim Mulyana membenarkan bahwa kelangkaan gas elpiji dikarenakan libur panjang sejak tanggal 1 Desember lalu. Kondisi ini, kata Anim, tak hanya terjadi di Depok tapi juga di daerah lain di seluruh Indonesia.

"Tidak ada pengurangan pasokan. Malah kami dengan Hiswanamigas akan menambah kuota sebesar 10 persen untuk persiapan Natal dan Tahun Baru nanti," ujar Anim.

Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Depok Dwi Rachma menuturkan, tidak ada pengurangan pasokan untuk Desember ini. Namun, nantinya pada 2018, gas elpiji tiga kilogram hanya dapat dibeli oleh warga golongan ekonomi lemah yang memiliki kartu.

Warga yang memiliki kartu telah tercatat di dinas terkait seperti Dinas Sosial dan juga oleh pendataan Badan Pusat Statistik Kota Depok. Sedangkan bagi warga mampu yang masih ingin membeli gas tiga kilogram akan dikenai harga non subsidi.

"Berapa harganya itu belum ditetapkan hingga kini. Jadi nanti gas tiga kilogram ada yang subsidi dan non subsidi," papar Dwi di Balai Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (6/12)

Selama ini, lanjut dia, kuota 1.4250.000 tabung gas elpiji per bulannya sudah lebih dari cukup bagi warga Kota Depok. Menilik dari angka kemiskinan warga Depok, dikatakan Dwi, hanya berjumlah 36 ribu orang saja. Jika jumlah itu dikalikan dengan kebutuhan gas selama satu bulan saja maka angka 1.4250.000 tabung masih lebih dari cukup untuk digunakan warga tidak mampu.

"Ini berarti ada kelebihan pasokan gas epiji. Banyak warga mampu yang juga justru menikmati gas elpiji yang harusnya hanya untuk mereka yang tidak mampu," tutur Dwi.

Nantinya, pasokan gas elpiji tidak akan dikurangi meski nanti membeli gas elpiji tiga kilogram subsidi harus memakai kartu. "Kalau pemasokan tidak akan dikurangi. Hanya saja harus benar benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh mereka yang mampu," pungkas Dwi.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT