Pesan Natal Lippo Village Dorong Kerukunan Antar Umat Beragama

CEO Lippo Village Alwi Sjaaf bersama dengan Head of Town Management Development PT Lippo Karawaci, Tbk Bindu Philip, dan Komisaris Lippo Group Wijaya Subekti didampingi oleh General Manager Menara Matahari Sarwo Santoso berfoto bersama staf Lippo Group menyambut Hari Natal di acara "Sparkling Christmas & Year End Celebration", Lippo Village, Karawaci, Tangerang, Banten, Rabu 6 Desember 2017. "Sparkling Christmas & Year End Celebration" dimeriahkan berbagai acara dari para staf Lippo Group dan Yayasan Pendidikan Pelita Harapan. (BeritaSatu Photo / Emral)

Oleh: Hendro D Situmorang / HA | Rabu, 6 Desember 2017 | 21:45 WIB

Tangerang - Kebinekaan atau keberagaman dalam kehidupan yang sederhana seharusnya menjadi penyatu antar umat beragama dan masyarakat secara luas. Ini menjadi pesan sekaligus berkat Natal tahun 2017 yang disampaikan pihak Town Management Lippo Village (TMD).

Untuk perayaan Natal tahun ini pihak TMD mengangkat tema Sustainability kembali pada Sparkling Christmas & Year End Celebration yang digelar di depan Menara Matahari, Lippo Village, Karawaci, Tangerang, Rabu (6/12).

CEO Lippo Village Alwi Sjaaf mengatakan di tahun ini, masyarakat bersyukur atas pemberian Tuhan yakni bangsa Indonesia yang dikaruniakan kebhineekaan yang hanya ada di negara ini. Di tengah kota yang dibangun Lippo Village, tidak ada membedakan antar umat manusia satu sama lain, baik dari ras, suku, agama, maupun kulit.

“Pesan Natal Lippo Village kali ini adalah menebar kasih pada lingkungan yang perlu dijaga dan dirawat. Tema Sustainability ini menjadi tahun ketiganya. Hal ini menandakan komitmen dan kepedulian TMD yang terus terhadap lingkungan yang menjadi tanggung jawab kami,” ujarnya kepada Beritasatu.com.

Diakui, sejak tahun pertama, TMD fokus menciptakan kota yang ramah akan lingkungan, sehingga masyarakat yang tinggal di sekitar merasakan kesejukan akan alam yang terjaga. Hal itulah yang menjadi andalan pihak manajemen.

Perayaan Natal juga dimeriahkan pertunjukan sosok Sinterklas yang menuruni Menara Matahari sebagai tanda menyambut hari Natal di acara “Sparkling Christmas & Year End Celebration” yang dimeriahkan berbagai acara dari para staf Lippo Group dan Yayasan Pendidikan Pelita Harapan.

(Beritasatu Photo/Emral)

“Terbukti kami mengundang warga dan institusi di Lippo Village untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini mengumpulkan gelas-gelas plastik bekas dengan konsep daur ulang untuk mendekorasi pohon natal raksasa di pusat kota ini. Kami mendekornya dari barang-barang bekas yang tidak terpakai lagi dan anak-anak muda dari UPH dan CIMB yang membantu mencari barang-barangnya untuk pohon natal,” jelas Alwi.

Lebih dari 25.000 gelas plastik telah dikumpulkan. Dekorasi daur ulang ini menandakan komitmen untuk menuju planet dan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Dekorasi yang yang menyerupai “globe” juga tergantung pada pepohonan yang tumbuh rindang di area CBD, semuanya terbuat dari gelas plastik daur ulang sebagai simbol kontribusi TMD kepada komunitas global untuk planet lebih hijau. Mereka yang terlibat adalah mahasiswa Universitas Pelita Harapan (UPH), Imperial Klub Golf, Hotel Aryaduta dan Country Club, Taman Sari, Menara Matahari, Maxx Box dan lainnya.

“Inilah bukti kasih kami kepada lingkungan dan manusia lainnya yang ada di bumi ini. Sementara untuk kesederhanaan, kami wujudkan dengan tidak mencari material yang mewah dengan harga tinggi, tetapi menggunakan barang bekas sebagai bahan daur ulang. Kami Lippo Village memberikan semangat untuk keberlanjutan dan berupaya bersama dengan seluruh penghuni, siswa, pekerja kantoran, dan pertunjukkan kesatuan dalam keberagman sebagai satu komunitas,” tutup Alwi.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT