Surat Edaran yang Resahkan Warga Tangerang Dicabut

Kapolresta Tangerang AKBP M Sabilul Alif (keempat kanan) sesuai menggelar pertemuan yang membahas surat edaran yang meresahkan sebagian warga Tangerang. (Istimewa)

Oleh: Chairul Fikri / Bayu Marhaenjati / AB | Kamis, 7 Desember 2017 | 16:50 WIB

Tangerang - Surat edaran yang memuat ketentuan kegiatan umat nonmuslim di RW 06 Desa Rajeg, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, akhirnya dicabut. 

Surat edaran yang sempat viral di media sosial dan meresahkan sebagian warga mendapat tanggapan Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Polresta Tangerang. 

Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (7/12), Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif menyebutkan pihaknya telah bertemu dan berdiskusi dengan kapolsek Rajeg, danramil Rajeg, camat Rajeg, kepala Kesbangpol Kabupaten Tangerang, kepala Satpol PP Kabupaten Tangerang, Foruk Kerukunan Umat Beragama (FKUB), kepala Desa Rajeg, dan ketua RW 06 Perumahan Bumi Anugerah Sejahtera. 

Dari pertemuan tersebut diketahui bahwa surat yang beredar dengan kop surat Rukun Warga 06 Perumahan Bumi Anugerah Sejahtera, Desa Rajeg, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang tentang Berita Acara Peraturan dan Ketentuan Kegiatan Non Muslim yang ditandatangani/disetujui oleh ketua RT 01, ketua RT 02, ketua RT 03, ketua RT 04, ketua RT 05, dan ketua RT 06 dan diketahui oleh ketua RW 06 beserta kepala Desa Rajeg memang benar ada. Surat itu masih dalam rancangan dan hanya untuk kalangan internal dan akhirnya dinyatakan tidak berlaku.

Para pihak yang hadir dalam pertemuan sepakat bahwa kegiatan rutin masyarakat dapat berlangsung sebagaimana mestinya sesuai dengan norma yang berlaku, serta dikoordinasikan dengan ketua RT, RW, kepala desa, dan pihak Kecamatan Rajeg. 

Kapolresta juga menyatakan pihaknya akan memberikan perlindungan kepada sipapa pun masyarakat yang melakukan kegiatan ibadah maupun kegiatan kemasyarakatan lainnya.

"Setelah ini, masalahnya selesai dan tidak ada masalah lagi dan jangan dibesar-besarkan. Kami semua di sini sepakat untuk tidak memperpanjangnya dan tidak memberlakukan surat tersebut," kata AKBP Sabilul Alif.

Berikut hasil rapat koordinasi, kesepakatan dan komitmen warga tersebut:

1. Bahwa surat yang beredar dengan Kop Surat Rukun Warga 06, Perumahan Bumi Anugerah Sejahtera, Desa Rajeg, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang tentang Berita Acara Peraturan dan Ketentuan Kegiatan Non Muslim yang ditandatangani/disetujui oleh Ketua RT 01, RT 02, RT 03, RT 04, RT 05, RT 06 dan diketahui oleh Ketua RW 06 dan Kepala Desa Rajeg memang benar ada (terlampir), dan surat itu masih dalam tahap rancangan dan hanya untuk kalangan internal dan surat itu tidak atau belum diberlakukan dan dinyatakan tidak berlaku.

2. ‎Kegiatan rutin masyarakat dapat berlangsung sebagaimana mestinya sesuai norma yang ada.

3. ‎Segala kegiatan kemasyarakatan saat ini dan seterusnya yang berkaitan dengan kegiatan sosial kemasyarakatan dikoordinasikan dengan Ketua RT, RW, Kepala Desa, dan unsur Muspika.

4. ‎Kami akan memberikan perlindungan kepada siapa pun masyarakat yang melakukan kegiatan ibadah maupun kegiatan kemasyarakatan lainnya.

5. ‎Segala permasalahan akan diselesaikan secara musyawarah dan mengkoordinasikannnya secara berjenjang.

6. ‎Kami akan mengedepankan hukum dan menujunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 sebagai pedoman negara yang patut dipatuhi.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT