Polemik Yerusalem, Polisi Perketat Penjagaan Kedubes AS

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia saat menggelar aksi penyampaian pendapat di depan Kedubes Amerika Serikat di Jakarta, 24 Februari 2017. (BeritaSatu Photo/Yustinus Paat)

Oleh: Bayu Marhaenjati / HA | Kamis, 7 Desember 2017 | 19:07 WIB

Jakarta - Polisi meningkatkan kegiatan patroli di sekitar Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) untuk mengantisipasi pengamanan terkait keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi RaPolemik Yerusalem, Polisi Perketat Penjagaan Kedubes ASden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, polisi belum mendapatkan pemberitahuan tentang kemungkinan adanya aksi unjuk rasa terkait polemik pernyataan Trump itu.

"Sampai sekarang kita belum dapat pemberitahuan ada aksi untuk besok ya. Kendati belum dapat pemberitahuan, kita dari pihak kepolisian juga tetap stand by, tetap kita patroli," ujar Argo, Kamis (7/12).

Dikatakan, selain ada petugas pengamanan objek vital (Pam Obvit) di Kedubes AS, Polri juga akan meningkatkan patroli di lokasi.

"Selain ada petugas-petugas Pam Obvit yang jaga di kedutaan, kita juga tambah anggota patroli untuk mem-backup ke sana. Jadi peningkatan keamanan menggunakan patroli," ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Roma Hutajulu mengatakan patroli dilakukan untuk mengantisipasi keamanan.

"Itu kan ada di objek vital dan dari Brimob memang terploting standar sudah pengamanan di objek vital. Kita tambah-tambah patroli, kontrol, pemantauan tetap ada. Kita sudah antisipasi, semua pengamanan sama dengan kedubes lain," katanya tanpa menyebutkan jumlah personel.

Ia menegaskan, tidak ada laporan atau gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di sekitar Kedubes AS.

"Belum ada, masih aman kondusif. Belum ada (permintaan pengamanan), tapi kita tetap antisipasi, tapi pengamanan tetap sama dengan yang lain," tandasnya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT