Ini Alasan Sandiaga Tak Lagi Unggah Video Rapat di Youtube

Ini Alasan Sandiaga Tak Lagi Unggah Video Rapat di Youtube
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berdiskusi dengan Wakilnya Sandiaga Uno, sesaat sebelum memberikan pengarahan kepada Walikota, Camat dan Lurah se-DKI Jakarta di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Senin 13 November 2017. Dalam Kesempatan tersebut Gubernur menyampaikan beberapa hal yang perlu di perhatikan dan di jadikan pegangan para pamong dalam melayani masyarakat. ( Foto: BeritaSatu Photo / Joanito De Saojoao )
Lenny Tristia Tambun / JAS Senin, 11 Desember 2017 | 15:59 WIB

Jakarta – Sejak kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, video rapat yang dilakukan keduanya bersama dengan jajaran SKPD DKI sudah tak lagi diunggah di media sosial, Youtube.

Kebanyakan video yang diunggah di akun Youtube Pemprov DKI, adalah kegiatan Anies atau Sandiaga menghadiri satu acara saja. Juga video wawancara informal Anies dan Sandiaga dengan wartawan. Serta, vidoe program-program unggulan Pemprov DKI.

Menanggapi hal tersebut, Sandiaga mengungkapkan alasan mengapa ia bersama dengan Anies memutuskan tak lagi mengunggah video rapat ke akun Youtube Pemprov DKI.

“Yang kita pantau dari kemarin, bahwa rapim (rapat pimpinan) yang pertama, kita unggah itu, ternyata digunakan sebagai meme. Digunakan bukan hanya oleh yang tidak mendukung kami, tapi juga yang mendukung kami. Dengan membangga-banggakan dan memprovokasi,” kata Sandiaga di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (11/12).

Agar tidak terjadi provokasi antar warga Jakarta yang mengarah pada perpecahan, Pemprov DKI memutuskan tidak lagi mengunggah video rapat ke Youtube.

“Kami melihat manfaat dan mudaratnya. Kemarin mengunggah pertama itu jelas sekali mudarat lebih banyak daripada manfaatnya,” tukasnya.

Tetapi bukan berarti, ia dan Anies ingin mematikan transparansi dalam setiap pembahasan pembangunan Kota Jakarta yang telah dimulai sejak era mantan Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.

Hanya saja, keduanya lebih memilih bila ada pihak lain, baik itu lembaga swadaya masyarakat (LSM) maupun masyarakat yang ingin mengetahui pembahasan rapim, dipersilakan datang saja ke Balai Kota untuk meminta data atau video. Ia berjanji akan memberikan akses itu.

“Kalau tujuannya transparansi, pihak LSM atau masyarakat yang ingin mengetahui rapim yang berkompeten, datang ke sini. kami akan berikan akses. Bu Dian (Kepala Diskominfo) DKI sudah memberikan akses. Dan ternyata ini ada referensinya di kota-kota maju, juga seperti itu,” terangnya.

Tak dimungkirinya, pelaksanaan Pilkada DKI 2017 masih menimbulkan sedikit luka bagi warga Jakarta yang sempat terpecah belah. Sehingga, mempersatukan warga Jakarta menjadi prioritas bagi dirinya dan Anies dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin Kota Jakarta.

“Kami ingin mempersatukan warga setelah kami mulai bertugas. Ini menjadi prioritas kami. Jadi tidak ada yang ditutup-tutupi. Sekali lagi yang ingin kita hadirkan di sini adalah mempersatukan warga dulu,” ujarnya.

Sandiaga berjanji setelah ketemu ritme pelayanan antaran Pemprov DKI dengan warga Jakarta serta melihat video rapat ternyata mendatangkan manfaat bagi warga, terutama dari sisi edukasi, maka video rapat akan diunggah kembali di akun Youtube Pemprov DKI.

“Setelah ketemu ritmenya dan manfaatnya lebih banyak untuk diunggah, terutama dari sisi edukasi dan sisi pemerintahan agar warga bisa melihat dan mengerti kebijakan pemerintah, nanti kita evaluasi ulang lagi,” paparnya.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE