Banjir di Jakarta, Anies Mengaku Tanggungjawab

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno memberi keterangan kepada wartawan saat akan memasuki kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 25 Oktober 2017. (Antara/Rosa Panggabean)

Oleh: Deti Mega Purnamasari / CAH | Selasa, 12 Desember 2017 | 11:01 WIB

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengaku bertanggungjawab atas terjadinya banjir pada Senin (11/12) kemarin.

"Saya bertanggungjawab. Jadi ketika kejadian kemarin saya tahu ini tanggungjawab saya," ujar Anies di Balai Kota, Selasa (12/12).

Ia juga akan instruksikan untuk memastikan sampai di jajaran paling bawah bahwa semuanya akan bertanggungjawab atas banjir kemarin.

Anies mengatakan, di DKI terdapat 145 rumah pompa, 152 pompa stasioner, dan 150 pompa mobile. Namun dari jumlah tersebut, satu saja yang tidak berfungsi maka akan menyebabkan banjir yang berkepanjangan.

Seperti yang terjadi kemarin, katanya, ada satu pompa yang tidak berfungsi di Dukuh Atas sehingga menimbulkan genangan dan hanya ada dua yang berfungsi. Dengan demikian, katanya perlu waktu satu jam untuk bisa membuat banjir itu surut.

Tidak hanya itu, banjir kemarin juga membuat sebuah tanggul jebol di daerah Jatipadang, Jakarta Selatan. Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI, katanya, langsung mengerjakan penambalan sementara untuk tanggul tersebut.

"Jadi kami posisinya siaga untuk memastikan semua efek dari kejadian kemarin hujan lebat dan genangan bahkan tanggul jebol itu menjadi bahan untuk memperbaiki meningkatkan kesiagaan kita," katanya.

Ia mengatakan, sebenarnya dari sisi persiapan pihaknya sudah melakukannya, tetapi apabila ada satu yang ceroboh, maka dipastikan akan muncul masalah.

"Jadi meskipun ada 150 rumah pompa ada satu rumah pompa saja yang ada masalah, maka ya itulah yang akan menjadi problem. Karena kita harus bebas masalah. Itu bisa dihindari jika kita semua jalankan dengan konsisten," pungkasnya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT