Menteri PUPR Basuki: Pembuatan Waduk, Inilah Janji Jokowi untuk Jakarta

Presiden Joko Widodo bersama Bupati Bogor Nurhayanti meninjau Waduk Ciawi, di daerah Cipayung, Megamendung, Kabupaten Bogor. (Beritasatu.com/Vento Saudale)

Oleh: Vento Saudale / CAH | Sabtu, 16 Desember 2017 | 10:03 WIB

Bogor - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut pengejaan waduk Ciawi dan Sukamahi merupakan pemenuhan janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk DKI Jakarta.

Diharapkan dengan beroperasinya dua waduk pada Juni 2019 nanti, dapat mengurangi debit air Sungai Ciliwung ke Jakarta. “Ini (pembangunan waduk) sebetulnya tanggung jawab DKI Jakarta. Ini janjinya belau (Jokowi) dalam pengendalian banjir Jakarta,” kata Basuki, usai mendampingi kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo pada kedua bendungan itu di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (15/12).

Menteri PUPR Basuki bercerita, keinginan Presiden Jokowi sewaktu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta untuk membuat waduk usai pertemuan bersama Gubernur Jawa Barat, Bupati Bogor, Depok, dan Bekasi di Bendung Katulampa pada awal Januari 2014.

Namun, hasil pertemuan tersebut, kata Basuki, tidak mengalami progress signifikan. Wilayah Kabupaten Bogor yang merupakan bagian vital hulu Sungai Ciliwung dikepalai Bupati Racmat Yasin tersandung kasus korupsi.

“Akhirnya, pak Jokowi berjanji akan menyelesaikannya (penggulangan banjir Jakarta), pada saat jadi presiden dan inilah (pembuktian) janjinya,” papar Basuki.

Ia juga menjelaskan, waduk Ciawi dan Sukamahi merupakan bendungan kering pertama di Indonesia dan berfungsi untuk mengendalikan banjir di Jakarta. Basuki memerinci sebelum adanya Bendungan Sukamahi, debit air sebesar 56,52 meter kubik per detik. Setelah adanya bendungan, menjadi 40-an meter kubik per detik dam di Waduk Ciawi, dari 36,5 meter kubik per detik menjadi 25,3 meter per detik sehingga rata-rata dengan dua bendungan itu debit air terkurangi rata-rata 30 persen.

Kedua bendungan ditargetkan selesai 720 hari keleder kerja atau rampung pada pertengahan 2019 dengan pendanaan bersumber dari APBN tahun jamak masing-masing Rp757,8 miliar untuk Bendungan Ciawi dan Rp436,97 miliar untuk Bendungan Sukamahi.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT