Sandi Perintahkan Pagar Monas Dicabut

Monumen Nasional (Monas) (Istimewa)

Oleh: Deti Mega Purnamasari / CAH | Jumat, 12 Januari 2018 | 08:31 WIB

Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno memerintahkan pengelola Monas untuk mencabut seluruh pagar yang mengelilingi wilayah Ring 1 di Ibu Kota tersebut.

Perintah tersebut dilakukannya karena Sandi berencana ingin membuat kawasan Monas menjadi central park dan bukan taman seperti saat ini. Hal tersebut, katanya, sempat disampaikan kepada Menteri BUMN, Rini Soemarno ketika mereka jalan pagi bersama.

Sandi mengaku Rini sempat mengeluhkan soal pagar kawasan Monas yang sudah usang. Saat itu ia pun menyampaikan kepada Rini bahwa pihaknya akan mencopot pagarnya sebab akan menjadikan Monas sebagai central park.

"Saya bilang, kami rencana mau buat ini central park dimana ini akan jadi park, bukannnya jadi garden. Kalau garden hanya dilihat, kalau park bisa dinikmatin oleh warga, ya copot dong (pagarnya)," ujar Sandi di Balai Kota, Kamis (11/1) malam.

Kemudian, katanya, Rini pun menyetujui sehingga akhirnya ia pun memerintahkan Kepala UP Monas, Munjirin untuk mencopot pagar yang mengelilingi area seluas 80 hektare tersebut. Atas seizin Gubernur DKI, akhirnya pagar Monas tersebut pun sudah mulai dilucuti.

"Karena beberapa pagar-pagarnya juga sudah tidak layak. Jadi mulai hari ini dicopot, saya harapkan masyarakat bisa menjaga agar kawasan Monas tetap rapi, kotor, rusak, dirawatlah seperti milik kita sendiri," terang Sandi.

Ia mengatakan, setelah dicopot, harus ada pengawasan khusus yang dilakukan terhadap kawasan tersebut. Hal tersebut untuk mengantisipasi adanya penyalahgunaan sehingga berdampak negatif.

"Kami mau masyarakat belajar untuk menghargai taman itu untuk dirawat sama-sama," katanya.

Kawasan Monas sendiri mulai disterilkan dan dijaga sangat ketat selitar tahun 2015. Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama memerintahkan agar Monas menjadi kawasan yang steril dari Pedagang Kaki Lima (PKL), termasuk tertutup dari acara-acara keagamaan, kebudayaan, yang melibatkan banyak orang, kecuali para pengunjung yang bertamasya.

Basuki menata PKL dengan membangun Lenggang Jakarta dan membuat tak ada lagi PKL yang berkeliaran di kawasan Monas. Selain itu, ia menutup Monas dari berbagai acara besar yang melibatkan banyak orang untuk menjaga taman dan rerumputan di Monas tak dirusak oleh orang-orang yang tak bertanggungjawab. Pintu gerbang Monas di berbagai sisi juga tidak boleh dimasuki oleh kendaraan kecuali petugas patroli dan saat ada apel kenegaraan di sana.

Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kawasan Monas agar tetap lestari, tidak rusak, tidak kotor, dan sebagainya, mengingat Monas merupakan ikon utama kota Jakarta dan berada di kawasan Ring 1. Diapit oleh Istana Merdeka di Jalan Medan Merdeka Utara dan Balai Kota serta Istana Wakil Presiden di Jalan Medan Merdeka Selatan, serta sederetan kantor kementerian di Jalan Medan Merdeka Barat dan kawasan kantor menteri hingga Istiqlal dan Katedral di Jalan Medan Merdeka Timur.

Tak mengherankan jika di masa-masa itu kawasan Monas menjadi kawasan yang tertib dan membuat pengunjungnya lebih membludak karena merasakan kenyamanan.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT