Tiang Beton LRT Roboh, Polisi: Penyebab Masih Diselidiki

Tiang Beton LRT Roboh, Polisi: Penyebab Masih Diselidiki
Pengendara melintas di samping proyek "light rapid transit" (LRT) yang tiang betonnya ditutup terpal karena roboh di Jalan Kayu Putih Raya, Pulogadung, Jakarta, Senin 22 Januari 2018. ( Foto: Antara )
Carlos Roy Fajarta / JAS Senin, 22 Januari 2018 | 10:29 WIB

Jakarta - Sebanyak lima pekerja menjadi korban kecelakaan ambruknya tiang beton pengerjaan proyek kereta Light Rail Transit (LRT) di Jalan Kayu Putih Raya, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur pada Senin (22/1) dini hari.

Dari data yang dihimpun dari BPBD DKI Jakarta dan Polres Metro Jakarta Timur diketahui kecelakaan kerja tersebut terjadi sekitar pukul 00.30 WIB di antara pilar 28 dan 29.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Tony Saputra menyebutkan pihaknya saat ini masih terus menyelidiki penyebab kecelakaan kerja proyek LRT yang menghubungkan Kelapa Gading dan Pulogadung itu.

"Ada lima pekerja terluka saat berupaya menghindari pilar yang jatuh, kebanyakan dari mereka mengalami luka ringan namun tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Penyebab kecelakaan masih kita selidiki," ujar Tony, Senin (22/1) pagi.

Identitas kelima pekerja tersebut yakni Abdul Mufid (27) mengalami kaki terkilir, Ahmad Junaedi (22) luka dada kiri bagian dalam, Jamaluddin (27) luka robek pada dahi dan bibir, Roy (25) luka lecet pada siku kiri, dan Wahyudi (17) yang mengalami kaki memar.

Pihaknya juga sudah memeriksa tiga petugas LRT yang disebut mengetahui kronologi kecelakaan kerja tersebut yakni dua orang supervisor atas nama Reza dan Rio serta pekerja safety dari PT VSL atas nama Michael.

"Keterangan saksi dan korban bahwa pekerjaan pemasangan box girder (sambungan LRT) pada tiang P 28 dengan tiang P 29 sedang berjalan dan hampir selesai namun tiba-tiba sambungan terjatuh sehingga para pekerja di atasnya terjatuh dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama Jakarta Propertindo, Satya Heragandhi menyebutkan pihaknya tengah meminta penjelasan teknis dari bagian lapangan yang bertugas malam tadi.

"Sedang kami kumpulkan datanya, untuk korban harus ditangani dengan baik," kata Satya singkat.

Humas Jakpro menyebutkan tiga orang dari pekerja yang terjatuh sudah dipulangkan dari RAS Columbia. Mereka merupakan pekerja sub kontraktor LRT, PT Wijaya Karya.

"Korban luka yang lima orang itu semuanya adalah karyawan VSL subkontraktor launching gantry dari Wijaya Karya," kata Harto kepada awak media.



Sumber: Suara Pembaruan