Longsor, Jalur Kereta Bogor-Sukabumi Terganggu

Longsor, Jalur Kereta Bogor-Sukabumi Terganggu
Perlintasan kereta Bogor-Sukabumi di Caringin, Kabupaten Bogor, amblas Senin, 5 Februari 2018/ ( Foto: Beritasatu.com/Vento Saudale )
Vento Saudale / Thresa Sandra Desfika / CAH Senin, 5 Februari 2018 | 15:52 WIB

Bogor - Longsor mengakibatkan terputusnya jalur kereta api Sukabumi-Bogor dan mengakibatkan tiga rumah warga ikut menjadi korban, Senin (5/2). Peristiwa ini tepatnya terjadi di KM 13.800 dari Stasiun Batu Tulis, Kampung Maseng RT 02/08, Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Bogor pada pukul 12.48 WIB.

Kapolsek Cijeruk, Kompol Saifudin Ibrahim mengatakan, kedalaman tanah amblas mencapai 40 meter, sehingga mengakibatkan jalur kereta api tergantung. “Tiga bangunan rumah milik warga pun ikut amblas, yakni milik Anggi, Asep Tajudin dan Jana Als Dori,” tuturnya saat dikonfirmasi Senin (5/2).

Kejadian ini mengakibatkan setidaknya tujuh korban, yakni Inggit (23 tahun), Anggi (20 tahun), Ihsan (12 tahun), Jana Als Dori (40 tahun), Enur (35 tahun), Asep Tajudin (40 tahun) dan Ilham (14 tahun). Mereka mengalami luka ringan sampai berat dan telah dibawa ke Puskesmas Caringin.

Berdasar keterangan warga, Saifudin menjelaskan, masih ada setidaknya enam korban yang belum ditemukan. Di antaranya, Nani (30 tahun) dan sang suami, Asep (45 tahun) serta keempat anak mereka, yaitu Alan (17 tahun), Aurel (2 tahun), Aldi (8 tahun) dan Adit (9 tahun).

Saat ini, petugas belum bisa melakukan evakuasi korban mengingat lokasi longsoran yang membutuhkan penanganan alat berat. “Di sisi lain, tanah masih labil, jadi dikhawatirkan terjadi longsor susulan,” ujar Saifudin.

Sampai saat ini, jajaran kepolisian bersama petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta pihak terkait lain terus berupaya mendata korban sembari mengevakuasi korban yang belum ditemukan. Garis polisi sudah dipasang untuk mencegah masyarakat masuk ke area kejadian.

Senior Manager Humas PT KAI Daop I Jakarta Edy Kuswoyo mengatakan, tercatat ada dua titik longsor di jalur lintas Bogor - Sukabumi yang mengganggu perjalanan KA. Longsornya tanah ditengarai diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi di kawasan Bogor dan sekitarnya. Dua titik tersebut, yakni di petak jalan Cigombong-Cicurug pada km 20+7/8 dan di petak jalan Batu Tulis-Maseng pada km 13+8/9.

"Saat ini masih dalam penanganan unit terkait. Kami terus berusaha untuk meminimalisir terganggunya perjalanan kereta api (KA) di lintas Bogor-Sukabumi," jelas Edy dalam pernyataan pers, Senin (5/2).

Kejadian ini mengakibatkan terganggunya perjalanan KA sehingga dilakukan pembatalan sejumlah KA dan pemotongan relasi KA. Lintas Bogor - Sukabumi sendiri tiap harinya dilalui 10 perjalanan KA, terdiri dari enam KA penumpang, dan empat KA angkutan barang. Pembatalan dan pemotongan relasi KA dilakukan PT KAI Daop 1 Jakarta sampai jalur tersebut dinyatakan aman dan dapat dilalui oleh KA.

"PT KAI Daop 1 Jakarta meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat dibatalkannya perjalanan KA lintas Bogor - Sukabumi. Bagi masyarakat disarankan untuk menggunakan moda transportasi lainnya," pungkas Edy.



Sumber: BeritaSatu.com