Pengerjaan Tanggul Kali Bekasi ‎Dikebut

Pengerjaan Tanggul Kali Bekasi ‎Dikebut
Pengerjaan turap Kali Bekasi di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, terus dikebut pada Rabu 7 Februari 2017. ( Foto: BeritaSatu Photo / Mikael Niman )
Mikael Niman / YUD Rabu, 7 Februari 2018 | 10:57 WIB

Bekasi - Sejumlah pekerja mengebut pembangunan tanggul Kali Bekasi di RT 01/RW 03, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi. Pembangunan tanggul sepanjang 100 meter ini mulai dikerjakan sejak dua bulan lalu.

Warga sekitar berharap, dengan penyelesaian pembangunan tanggul ini, luapan Kali Bekasi dapat diminimalisasi. Banjir yang kerap menerjang perumahan warga setiap tahun dapat diselesaikan‎ dengan solusi pembangunan tanggul ini.

"Saya sudah puluhan tahun tinggal di sini, ‎tiap tahun kena banjir," ujar salah satu warga, Marnah (62), Rabu (7/2).

Pernah, kata dia, luapan Kali Bekasi membanjiri permukiman warga hingga ketinggian 1,5 meter. ‎Saat itu, tanggul Kali Bekasi belum dilakukan penurapan (sheet pile). "Dulu, tahun 2015. Semua barang-barang terendam," katanya.

Tetangga M‎arnah, Juwita (22), mengaku rumahnya roboh diterjang luapan Kali Bekasi. "Tiap tahun, sering banjir di sini," ujarnya.

Juwita dan Marnah berharap‎ pengerjaan turap Kali Bekasi segera diselesaikan. Saat ini pembangunan hampir rampung dan diharapkan dapat menahan debit air kali yang dapat meluap sewaktu-waktu.

Terpisah, ‎sekitar 900 kepala keluarga (KK) di Perumahan Villa Kencana Cikarang, Kecamatan Sukakarya, juga terendam banjir dengan ketinggian 50 centimeter (cm), pada Selasa (6/2) sore. Banjir di perumahan tersebut dikarenakan intensitas hujan yang sangat tinggi di wilayah Kabupaten Bekasi.

Berdasarkan keterangan Camat Sukakarya, Edward Sutarman, curah hujan menjadi penyebab warga kebanjiran di perumahan itu. "Bila masih terjadi hujan yang intensitasnya tinga, banjir masih melanda perumahan tersebut," katanya.

Dia mengatakan, warga yang terdampak banjir telah dievakuasi ke kantor Desa Sukakarya. "Ada sekitar 70 KK yang mengungsi ke kantor desa dan masjid setempat," ucapnya.

Pihaknya, juga mengerahkan petugas medis di Puskesmas Sukakarya, bagi yang mengalami gatal-gatal dan demam serta mengupayakan bantuan air bersih dan makanan.



Sumber: Suara Pembaruan