Siloam Luncurkan Layanan Cleft Center

Siloam Luncurkan Layanan Cleft Center
Siloam Hospitals Lippo Village meresmikan Siloam Cleft Center yang merupakan klinik khusus untuk melayani pasien dengan kelainan celah bibir dan langit-langit mulut atau bibir sumbing, Rabu, 7 Februari 2018. ( Foto: Istimewa )
Hendro D Situmorang / JAS Rabu, 7 Februari 2018 | 17:48 WIB

Tangerang - Siloam Hospitals Lippo Village meresmikan Siloam Cleft Center yang merupakan klinik khusus untuk melayani pasien dengan kelainan celah bibir dan langit-langit mulut atau bibir sumbing.

Hingga hari ini, kelainan bibir yang terjadi pada bayi dan anak-anak di Tanah Air masih cukup tinggi dan merupakan masalah besar di Indonesia. Hal itulah yang membuat diresmikannya Siloam Cleft Center di Auditorium Lantai 11, Siloam Hospital Lippo Village, Karawaci, Tangerang, Rabu (7/2).

"Angka yang cukup tinggi di Indonesia yaitu 1:600 angka kelahiran menjadi dasar klinik ini berdiri. Oleh karena itu dibutuhkan pelayanan terpadu yang komprehensif untuk bibir sumbing dan langit-langit mulut," jelas drg Andi Setiawan Budihardja, SpBM (K), Consultant Oral & Maxillofacial Surgeon, Siloam Hospital Lippo Village, pada keterangannya.

Ketua Siloam Cleft Center Siloam Hospitals Lippo Village ini menjelaskan celah bisa terdapat pada bagian bibir atau celah hingga bagian gusi dan tulang rahang. Pada sebagian bayi celah ini meliputi seluruh bagian bibir (complete cleft). Sedangkan pada sebagian bayi celah ini hanya meliputi sebagian bibir saja (incomplete cleft).

Di Siloam Cleft Center, pasien akan ditangani tim dokter yang memberikan pelayanan terapi celah bibir dan langit-langit mulut yang lengkap di berbagai bidang.

“Ada dokter spesialis anak, dokter spesialis THT, dokter gigi, dokter gigi anak, dokter gigi spesialis ortodonti, audiologist, dan ahli terapi wicara, yang siap menangani di Siloam Cleft Center,” ungkap dia.

Siloam Cleft Center sendiri akan menjadi tempat penanganan untuk anak kecil yang baru lahir atau premier dan orang dewasa yang mengalami celah bibir dan langit-langit mulut untuk dioperasi atau pernah operasi dan menginginkan koreksi.

"Untuk anak penanganan mulai saat bayi lahir hingga berumur 18 - 20 tahun. Operasi untuk bibir sumbing bisa dilakukan setelah anak umur tiga bulan dan untuk langit-langit setelah anak umur dua tahun," jelas drg. Andi.

Sedangkan untuk mendeteksi keberadaan bibir sumbing dilakukan screening sejak bayi di dalam kandungan. Oleh karena itu, bagi orang tua akan diberikan pendampingan dan penjelasan pada pasien.

"Biasanya untuk awal orang tua akan bingung dan sedih, dengan kita berikan pendampingan makan orang tua akan mengerti step by step. Kami pun menganjurkan agar terus memberikan ASI dengan bantuan dokter dengan dot khusus pada anak agar cukup nutrisi hingga tiba waktu operasi nanti," papar Andi.

Di Siloam Hospital Lippo Village selama setahun sudah menangani 70-80 pasien celah bibir dan langit-langit mulut secara umum.
Pasien membutuhkan penanganan yang berbeda.

Sementara Jeffry Oeswadi, Vice CEO Siloam Hospitals Lippo Village menyambut baik dibukanya Cleft Center ini, karena di wilayah Banten, belum ada fasilitas seperti ini, khususnya yang ditangani oleh satu tim yang multidisiplin seperti ini. Selain itu ia berharap, Siloam Cleft Center nantinya bisa menjadi pusat rujukan untuk kasus celah bibir dan kasus serupa di wilayah Banten dan Jakarta. 



Sumber: Suara Pembaruan