Anies: Ekspresi Seni Itu dengan Rasa dan Hati

Anies: Ekspresi Seni Itu dengan Rasa dan Hati
Gubernur DKI Anies Baswedan, bersama Dirut PT Transjakarta Budi Kaliwono, Wakil Ketua Inapgoc Sylviana Murni, dan 15 penyandang disabilitas melakukan kegiatan melukis mural di atas kanvas sepanjang 20 meter di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (11/10). ( Foto: Beritasatu Photo/Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / FER Kamis, 11 Oktober 2018 | 19:14 WIB

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menggelar kegiatan seni lukis mural untuk anak-anak penyandang disabilitas di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (11/10). Kegiatan ini bertujuan untuk menyemarakkan perhelatan Asian Para Games 2018.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bersama Direktur Utama (Dirut) PT Transjakarta Budi Kaliwono, Wakil Ketua Panitia Penyelenggara Asian Para Games (Inapgoc) Sylviana Murni dan 15 anak-anak penyandang disabilitas melakukan kegiatan melukis diatas kanvas sepanjang 20 meter dengan tinggi 2,5 meter.

Dalam acara tersebut, Anies sempat menyetel dua lagu instrumen piano klasik, yaitu Ode to Joy dan Für Alise karya Ludwig van Beethoven. Dua karya fenomenal tersebut dibuat oleh seorang penyandang tuna rungu. Namun keterbatasan fisik itu tidak menghalanginya bisa menghasilkan sebuah karya musik dapat dinikmati semua orang dan tak lekang oleh zaman. "Pesan utamanya apa? Ekspresi seni bukan dengan indera fisik. Ekspresi seni itu dengan rasa dan hati," kata Anies.

Anies bersama penyandang disabilitas.

Anies menegaskan, jangan pernah anggap ekspresi seni dapat terhambat oleh persoalan keterbatasan fisik. Karena apa yang dilakukan dengan penuh perasaan dan ekspresi seni, akan diperhitungkan. "Insya Allah, karya lukis mural ini bisa lintas zaman dan lintas waktu. Karena dilukis dengan perasaan, dengan hati," ujarnya.

Tak lupa, Anies menyampaikan apresiasi kepada PT Transjakarta yang telah menfasilitasi kegiatan tersebut. Diharapkan, karya seni mural ini menjadi pengingat bahwa seni adalah kesempatan yang dapat diakses oleh siapa saja termasuk penyandang disabilitas.

"Saya ingin sampaikan terima kasih kepada Transjakarta yang sudah memfasilitasi. Terima kasih kepada teman-teman INAPGOC. Dan juga para orang tua yang sudah membimbing selama ini. Tanpa dukungan dari orang tua, ini semua tidak akan terjadi," terangnya.

Dalam acara yang sama, Dirut PT Transjakarta, Budi Kaliwono mengatakan, dalam menyukseskan Asian Para Games 2018, pihaknya tidak hanya menyiapkan 200 unit bus Transjakarta yang digunakan sebagai transprotasi para atlet dan official. Pihaknya juga berinisiatif melakukan beberapa kegiatan untuk para penyandang disabilitas.

"Seperti, kami telah melakukan kelas melukis selama dua bulan ini di kantor PT Transjakarta. Kelas melukis ini diikuti oleh 17 orang penyandang disabilitas. Lalu mengajak nonton 2.300 penyandang disabilitas, para terapis dan pendukung mereka. dengan harapan bisa menginspirasi mereka untuk selalu optimis," kata Budi.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE