Seorang Pemuda Serang Polsek Penjaringan

Seorang Pemuda Serang Polsek Penjaringan
Penyerang Polsek Penjaringan. ( Foto: Istimewa )
Bayu Marhaenjati / Carlos Roy Fajarta / JAS Jumat, 9 November 2018 | 09:19 WIB

Jakarta - Seorang pemuda, Rohandi (31), melakukan penyerangan terhadap anggota polisi di Polsek Penjaringan, Jakarta Utara.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, membenarkan peristiwa penyerangan itu.

"Ya benar," ujar Argo saat dikonfirmasi Beritasatu.com, Jumat (9/11).

Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Rachmat Sumekar menyatakan pelaku yang merupakan warga Jalan Masda 1 RT05/RW09, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, mendatangi markas Polsek Metro Penjaringan pada pukul 01.35 WIB. Pelaku memarkir kendaraannya di luar gerbang markas, kemudian turun dan disapa petugas SPK Brigadir Sihite. Namun, pelaku langsung menyerang polisi menggunakan sebilah golok dan pisau. Polisi berusaha menghindar dan meminta bantuan rekannya yang sedang berjaga.

Pelaku lalu melempar pisau di tangan kirinya dan golok masih dipegang di tangan kanannya. Pelaku juga menyerang Kepala SPK Polsek Metro Penjaringan AKP MA Irawan yang kemudian terjatuh terkena sabetan golok dan melukai tangannya. 

Tak berhenti di situ, pelaku teror kemudian mengejar petugas Kepolisian di ruang Reskrim dan PPA. Pelaku menyerang Aipda Dedi Raharjo dan Aipda Giyarto yang ada di ruang PPA. Pelaku memecahkan pintu kaca ruangan dengan golok yang dipegangnya dan menyerang kedua polisi itu.

Aipda Giyarto berusaha mengadang, tetapi pelaku tetap menyerang. Polisi pun mengeluarkan tembakan peringatan, tetapi tal diindahkan. Akhirnya, Aipda Giyarto melumpuhkan pelaku dengan menembak pangkal lengan pelaku, sehingga golok yang dipegang jatuh dan pelaku dapat diamankan.

Barang bukti yang diamankan polisi, di antaranya satu buah ransel warna hijau, satu bilah golok bergagang kayu warna cokelat, satu bilah pisau bergagang besi, sebuah topi dan jaket hitam merah, dan sebuah motor bernomor polisi B-6825-UWC.

Dalam kasus tersebut, tujuh anggota Polsek yang sedang bertugas dan menyaksikan kejadian tersebut diperiksa. Kepolisian bersama Densus Satgaswil DKI Jakarta sudah mengecek kamera pengintai dan menggeledah rumah pelaku.

"Setelah kita lakukan pemeriksaan pelaku diketahui sedang depresi karena operasi getah bening tidak sembuh dan tidak bekerja. Makanya, dia mau mati, tetapi dengan cara menyerang polisi supaya ditembak," jelas Rachmat Sumekar.

Ia belum bisa memastikan pelaku terkait jaringan kelompok terorisme tertentu.

"Pelaku melakukan aksinya seorang diri dan sejauh ini belum atau tidak ada kaitannya dengan aksi kelompok teroris," katanya.

 



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE