Raih Penghargaan AP2I

Anies: Perencanaan Pembangunan Harus Semakin Inovatif

Anies: Perencanaan Pembangunan Harus Semakin Inovatif
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menerima penghargaan AP2I Award dari Kementerian PPN/Bappenas yang diserahkan secara simbolis oleh Sekretaris Kementerian di Hotel Redtop, Jakarta Pusat, Jumat (9/11). ( Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / FER Jumat, 9 November 2018 | 15:27 WIB

Jakarta - Dengan meraih penghargaan terbaik Perencanaan Pembangunan dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meminta seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) semakin inovatif dalam melakukan perencanaan pembangunan.

"Pemprov DKI Jakarta mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas penghargaan. Kita mendapatkan penghargaan yang terbaik dalam perencanaan. Mudah-mudahan ini menjadi pemicu untuk kita bisa meningkatkan kinerja dalam perencanaan. Karena kita tidak mengira juga ketika dapat ini. Alhamdulillah kita bersyukur. (Sebab) perencanaan itu memang penting," kata Anies saat memberikan arahan dan paparan mengenai "Rancangan Teknokratis RPJMN 2020-2024" dalam Seminar dan Musyawarah Nasional Perencana 2018 - Asosiasi Perencana Pemerintah Indonesia (AP2I) di Redtop Hotel, Jakarta Pusat, Jumat (9/11).

Lebih lanjut, Anies mengatakan, perencanaan dalam pemerintahan merupakan kunci yang paling penting di dalam pembangunan. Salah satunya, dalam perencanaan penganggaran dan implementasi program-program pemerintah.

Menurutnya, perencanaan adalah proses terpenting dari semua fungsi manajemen. Tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lain, seperti pengorganisasian, pengarahan dan pengontrolan atau pengendalian tidak akan dapat berjalan sebagaimana mestinya.

"Di pemerintahan, tanpa ada perencanaan tidak bisa masuk dalam penganggaran dan tidak bisa masuk di dalam kenyataan. Ketika saya ditanya satu tahun, apa yang dirasa paling disyukuri di dalam kita melewati tahun pertama. Saya sampaikan, saya bersyukur karena hal-hal yang menjadi janji sudah diterjemahkan dalam bentuk rencana. Karena begitu masuk di dalam RPJMD, maka bisa dimasukan di dalam ABPD dan menjadi kenyataan di lapangan," jelasnya.

Bahkan, tambahnya, pada era teknologi, informasi dan komunikasi yang semakin canggih, perlu adanya perubahan dan inovasi di berbagai sektor pembangunan yang dimulai dari proses perencanaan.

"Berbagai permasalahan dan pelaksanaan pembangunan di daerah perkotaan, seperti program pengentasan kemiskinan, penanganan banjir, solusi penanganan kemacetan, pembangunan infrastruktur perlu ditangani secara profesional dengan perencanaan yang matang dan berkualitas," terangnya.

Anies meminta para peserta musyawarah yang hadir untuk memiliki inisiatif, inovasi, dan kreativitas dalam merumuskan rencana yang akan dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi di daerah masing-masing. Serta, yang paling penting adalah selalu berusaha melayani masyarakat dengan maksimal.

"Saya harapkan tadi kepada para perencana untuk memperluas wawasan sehingga perspektifnya jangka panjang, pengetahuannya itu lebar, agar masyarakat yang menitipkan uangnya lewat pajak menjadi anggaran diterjemahkan dalam bentuk kebijakan yang sesuai dengan tantangan yang dihadapi di masa yang akan datang," tandasnya.

 



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE