Anies Ingin Jangkauan Layanan Transportasi Publik di Jakarta Lebih dari 95%

Anies Ingin Jangkauan Layanan Transportasi Publik di Jakarta Lebih dari 95%
Presiden Joko Widodo bersama Gubernur DKI Anies Baswedan, berada di dalam gerbong MRT saat meninjau uji coba MRT di stasiun MRT Bunderan HI, Jakarta, 6 November 2018. ( Foto: BeritaSatu Photo / Joanito De Saojoao )
Lenny Tristia Tambun / MPA Jumat, 9 November 2018 | 18:35 WIB

Jakarta - Gubernur DKI, Anies Baswedan mengatakan sejak tahun 1990, pola pengembangan transportasi di Jakarta tak pernah berubah. Salah satunya, transportasi publik belum terintegrasi.

“Saya cuma kasih ilustrasi saja mengenai rute angkutan umum. Makanya kenapa kita membangun sekarang JakLingko. Karena kita ingin mengintegrasikan semua moda transportasi,” kata Anies di kawasan Pecenongan, Jakarta Pusat, Jumat (9/11).

Dengan adanya integrasi semua moda transportasi publik, ia ingin menjangkau semua wilayah di Jakarta. Karena itu, ia menugaskan Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Agung Wicaksono untuk memperluas jangkauan layanan Transjakarta mencapai lebih dari 95%.

“Saya sampaikan, transportasi umum massal di Jakarta itu jangkauannya harus diatas 95 persen,” ujarnya.

Saat ini, jangkauan layanan transportasi publik yang tergabung dalam manajemen Transjakarta baru mencapai 68 persen dengan jarak jangkauan 1 kilometer (km).

“Dihitungnya dari rumah ke halte itu jaraknya 1 km. Nah ini harus dikurangi, nggak boleh 1 km. Tapi pas dikurangi menjadi 500 meter dari halte ke rumah, jangkauan layanannya jadi turun menjadi 30 persen. Jadi baru 30 persen warga yang terlayani kalo 500 meter,” terangnya.

Dengan kondisi seperti itu, pihaknya serius mengembangkan transportasi publik. Terobosan pengembangan transportasi publik dibutuhkan terutama di jalan-jalan protokol. Dengan perluasan rute transportasi publik, ada Transjakarta, Moda Raya Terpadu (MRT) dan LRT.

Tap yang menjadi tantangan pengembangan moda transportasi publik, bukan di jalan protokol. Melainkan bagaimana menyediakan transportasi publik dari rumah masyarakat ke halte transportasi publik, atau untuk sampai ke jalan-jalan protokol.

“Mereka bisa ke halte tidak harus turun dan pindah ke bis. Nah karena itu lah yang saya katakan tadi, kita harus ubah untuk menjangkau semua,” terangnya.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE