Polisi Ajukan Surat Bantuan Pengadaan 50 Kamera ETLE ke Pemprov DKI

Polisi Ajukan Surat Bantuan Pengadaan 50 Kamera ETLE ke Pemprov DKI
Rambu portable E-TLE. ( Foto: ist )
Bayu Marhaenjati / CAH Jumat, 7 Desember 2018 | 09:58 WIB

Jakarta - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, telah mengirimkan surat kerjasama terkait bantuan pengadaan sekitar 50 kamera sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Sudah diajukan (surat bantuan pengadaan kamera ETLE ke Pemprov DKI)," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusuf, Jumat (7/12).

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mempersilakan Ditlantas Polda Metro Jaya mengajukan bantuan pengadaan sekitar 50 kamera terkait pelaksanaan penindakan pelanggar lalu lintas menggunakan sistem ETLE, pada saat launching ETLE, di Jakarta, Minggu (25/11) lalu.

Setelah mengajukan surat bantuan, Yusuf belum menjelaskan kapan sekitar 50 kamera ETLE tersebut akan diberikan dan dipasang di simpang-simpang jalan, di Ibu Kota Jakarta. "Kurang lebih ada 50 kamera," ungkapnya.

Sementara itu, Ditlantas Polda Metro Jaya juga menargetkan memasang 81 kamera tambahan -di luar kamera bantuan Pemprov DKI-, di 40 titik, di 25 persimpangan jalan.

"Ada 81 kamera, nanti secara bertahap. Ini anggaran Polri 81 kamera, yang dari DKI beda lagi. Belum tahu (berapa jumlah anggarannya). Bergantung kameranya, kan ada satu titik itu yang empat, tiga, satu kamera," katanya.

Diketahui, ETLE merupakan sistem penegakan hukum di bidang lalu lintas dengan menggunakan kamera ANPR (Automatic Number Plate Recognition) yang dapat mendeteksi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) secara otomatis.

Tujuan ETLE, meningkatkan keselamatan dan ketertiban lalu lintas di jalan, meningkatkan disiplin, serta menekan tingkat fatalitas korban kecelakaan. Sedangkan, manfaat ETLE adalah mengawasi selama 24 jam, semua pelanggaran lalu lintas dapat termonitor, mudah dalam pembuktian, konsisten dan tegas menindak semua pelanggar sehingga tidak ada KKN, dan meminimalisir kemacetan (tidak perlu memberhentikan pelanggar).

Sementara ini, pelanggaran yang diawasi ETLE adalah pelanggar Traffic Light, lawan arus, masuk jalur busway, rambu berhenti, pelanggaran rambu, naik turun penumpang atau ngetem, penggunaan helm, bonceng lebih dari satu orang.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE