Bak Pujangga, Hidayat Sampaikan Visi dan Misinya

Bak Pujangga, Hidayat Sampaikan Visi dan Misinya
Bakal calon gubernur dan bakal cawagub DKI Jakarta Hidayat Nur Wahid dan Didik J Rachbini memegang topeng wajah mereka saat peluncuran lomba foto dan video mirip Hidayat Nur Wahid dan Didik J Rachbini di Pejaten, Jakarta. FOTO: ANTARA
Minggu, 24 Juni 2012 | 15:42 WIB
Ke Tenabang membeli batik, ke Jatinegara naik bis kota, Kenalkan kami Hidayat-Didik.

Setiap calon gubernur memiliki cara masing-masing menyampaikan visi, misi dan program kerjanya dihadapan 94 anggota DPRD DKI Jakarta. Berbagai upaya dilakukan calon untuk menarik perhatian anggota dewan dan mengusir kebosanan mendengarkan pemaparan selama 25 menit masing-masing anggota dewan.

Salah satunya calon gubernur dengan nomor urut 4 Hidayat Nur Wahid mengenakan batik oranye saat pelaksanaan Kampanye Penyampaian Visi, Misi dan Program Kerja di ruang Sidang Paripurna DPRD DKI, Minggu (24/6). Hidayat, membacakan visi, misi dan programnya bagaikan membaca narasi dan penuh pantun.

Beberapa pantun yang disampaikan Hidayat, yaitu “Ke Tenabang membeli batik, ke Jatinegara naik bis kota, Kenalkan kami Hidayat-Didik, maju pilkada beresin Jakarta”, lalu pantun “ke kampung Setu kita tamasya, Setunya mengkilat kena cahaya, bersama-sama kita bangun Jakarta, dengan pemimpin merakyat dan terpercaya. Serta “Jalan-jalan ke Jagakarsa, buah tangannya si buah Nanas, kalau ingin Jakarta Sejahtera, pilihlah yang pakai batik Monas.”

Setiap Hidayat membacakan pantun, para pendukungnya berteriak dan bertepuk tangan. Bahkan ada celetukan yang terdengan seperti, “Hidayat lebih Betawi daripada orang yang ngakunya Betawi.”

Lalu mulailah Hidayat menuturkan visi, misi dan program kerjanya dengan gaya bercerita, menceritakan pengalamannya di lapangan saat bertemu dengan masyarakat.

“Saya banyak mendengarkan curahan hati para tamu dari luar Jakarta, yang merasa lelah dengan kemacetan yang akut, yang merasakan semakin khawatir akan menjadi tua di perjalanan karena did era kemacetan menuju tujuan. Semakin sedikitnya waktu mereka bersama keluarga,” ujar Hidayat.

Saat membicarakan air bersih yang sudah didapat di Jakarta, Hidayat kembali bercerita hasil pertemuannya dengan warga Jakarta.

“Saya bertemu dengan warga di Kelurahan Kamal Muara sana, yang saking sulitnya mendapat pelayanan air bersih, sampai mengatakan, kalo begini, mendingan kite masuk wilayah tetangga aje deh, daripada masuk wilayah Jakarta, tapi ngga diurusin air bersihnya,” tuturnya.

Hidayat berjanji memberikan perlindungan bagi kaum perempuan di Jakarta, agar terhindar dari tindakan kriminalitas dan pelecehan seksual. Menjadikan kota Jakarta sebagai kota yang melindungan dan memuliakan perempuan.

“Dengan begitu para pahlawan kota Jakarta, dari Fatahillah hingga Kang Ali Sadikin bisa tersenyum melihat Jakarta melindungi kaum perempuannya,” imbuhnya.
CLOSE