Sejumlah massa yang tergabung dalam Yayasan Nusa Irian menggelar Unjuk rasa di  Mabes Polri, Jakarta, mereka menuntut kasus penembakan Jhon Kei oleh oknum polisi diusut tuntas karena tidak sesuai prosedur. FOTO : Reno Esnir/ANTARA
"Komitmen dengan klien, kami dan tim pengacara (John Kei) harus dipindahkan ke Polda, kalau enggak dipindahkan hari ini, saya akan  menurunkan massa sebanyak-banyaknya lagi."

Tito Refra Kei, pengacara sekaligus adik kandung tersangka kasus dugaan pembunuhan, John Kei, mengancam mendatangkan massa ke Polda Metro Jaya. Langkah itu dilakukan jika Polda tidak mengembalikan kliennya dari rumah sakit Polri,  Kramat Jati.
 
"Komitmen dengan klien, kami dan tim pengacara (John Kei) harus dipindahkan ke Polda, kalau enggak dipindahkan hari ini, saya akan  menurunkan massa sebanyak-banyaknya lagi," kata Tito Refra usai beraudiensi dengan Komisi III, di gedung Parlemen, Selasa (10/7).
 
Pihak John Kei merasa tak terima kliennya dibantarkan polisi di rumah sakit. Pasalnya, ujar Tito, John tidak mengalami sakit apapun dan tak meminta dibawa ke rumah sakit. Namun, jelang akhir masa penahanan di Polda, kliennya justru dibawa paksa ke rumah sakit Polri.
 
"Cara-cara seperti ini harus kami lawan," ujarnya merujuk pada pembantaran itu.
 
Dia mengatakan, pembantaran tersebut tidak sesuai dengan aturan hukum.  Justru, menurutnya, perbuatan penegak hukum yang seperti itu yang meresahkan  masyarakat.
 
"Jadi kalau tidak ada kepastian  dikembalikan ke Polda, mungkin malam akan datang (massa)," tutupnya.
 
Komisi III, hari ini beraudiensi dengan berbagai pihak. Salah satunya  dengan pengacara John Kei. Tito mengatakan pihaknya memang meminta untuk  bertemu dengan Komisi III dan dikabulkan. Adapun yang memimpin rapat  audiensi yaitu Wakil Ketua Komisi III, Nasir Jamil.

Penulis: