Didik J Rachbini Dukung Jokowi-Ahok

Didik J. Rachbini (Antara)

Oleh: | Selasa, 17 Juli 2012 | 15:40 WIB
Calon wakil gubernur yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Didik J Rachbini sudah menentukan sikapnya tidak akan mendukung calon petahana.

Ia cenderung mendukung kubu pro perubahan yaitu pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Saya ini berbicara sebagai kader Partai Amanat Nasional (PAN). Saya ingin menyatakan sikap ke depan demi kemajuan kota Jakarta. Sebab Jakarta ini memerlukan perubahan, karena selama ini Jakarta sudah menjadi kota yang terbelakang," kata Didik dalam Diskusi Survei Pemilu Kada DKI Jakarta: Survei, Ilmiah atau Dagang di Wisma Kodel, Jakarta, Selasa (17/7).

Pilihan Didik ini mengacu pada pengalamannya berkampanye pada masa putaran pertama, saat menelusuri kampung-kampung yang ada di ibu kota.

Bahkan dia sempat melihat, ada gubuk berukuran 3x3 meter yang menjadi tempat beristirahat puluhan orang.

"La masa di tengah-tengah Kota Megapolitan, masih ada warga tidur bertumpuk-tumpuk di dalam gubuk ukuran 3x3 meter. Artinya, Jakarta merupakan kota yang terbelakang, hampir sama dengan Afrika Selatan. Ini perumahan untuk warga miskin tidak digalakkan, bahkan rencana pembangunan 1.000 tower digagalkan oleh gubernurnya sendiri,” ujarnya.

Menurutnya pembangunan di Jakarta tidak ada yang beres, sehingga menjadikan kota Jakarta indah di luarnya saja. Namun didalamnya, kemiskinan masih terlihat jelas dan kesemrawutan kota masih terjadi.

Itulah alasannya dia tidak ingin mengarah kepada calon petahana, karena Jakarta butuh perubahan.

"Karena itu, perubahan harus dilakukan di Jakarta. Dengan momentum ini, melalui pemilu kada, kita harus memilih pemimpin yang benar-benar properubahan. Dari dua calon yang diprediksikan masuk dalam putaran kedua, kita tahulah mana calon yang properubahan," ujarnya sembari tersenyum.

Terkait dukungannya kepada Jokowi-Ahok, Didik menegaskan ini terlepas dari posisi dirinya sebagai pasangannya cagub Hidayat Nur Wahid.

Meski selama ini, dia tetap menjaga intensitas komunikasi dengan Hidayat, namun pilihan politiknya yang properubahan berdasarkan atas pilihan pribadinya sendiri.


Sumber:
ARTIKEL TERKAIT