Anggota TNI Yonif 143 dan Kepolisian melakukan patroli guna mengantisipasi keamanan Mesuji, Sabtu (5/5). Perkantoran pemkab Mesuji dibakar massa Kamis (3/5).
Lampu  biru dan sirene digunakan untuk mobil petugas Polri.

Kita sering lihat lampur rotator atau sirene yang dipasang di kendaraan polisi, ambulan,   pemadam kebakaran dan lain-lain?

Ternyata pemasangan sirene dan lampu rotator pada kendaraan bermotor diatur dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Jadi tidak semua kendaraan bisa memasang sirene dan lampu rotator.

“Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menertibkan kendaraan bermotor yang menggunakan sirene dan lampu rotator tidak sesuai ketentuan,” tulis laman TMC Polda Metro.

Berikut ini penjelasan Undang-undang No. 22 Tahun 2009 pasal 59 ayat (5) Penggunaan lampu isyarat dan sirene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) sebagai berikut:

1.Lampu  biru dan sirene digunakan untuk mobil petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia;

2.Lampu merah dan sirene digunakan untuk mobil tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, dan jenazah; dan

3. Lampu kuning tanpa sirene digunakan untuk mobil patroli jalan tol, pengawasan sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek Kendaraan, dan angkutan barang khusus.

Warga  yang melanggar pemakaian sirene dan lampu rotator  dikenakan ketentuan pidana sesuai dengan Pasal 287 Ayat (4) UU No. 22 Tahun 2009 ”Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar ketentuan mengenai penggunaan atau hak utama bagi Kendaraan yang menggunakan alat peringatan dengan bunyi dan sinar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, Pasal 106 ayat (4) huruf f, atau Pasal 134 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

Penulis: /FER