Dukung Foke, PKS Dicap Oportunis

Dukung Foke, PKS Dicap Oportunis
Presiden PKS Luthfie Hasan Ishaq (kedua kiri) didampingi Mantan Cagub dari PKS Hidayat Nur Wahid (kiri), Calon Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (kedua kanan) dan Cawagub DKI Jakarta Nachrowi Ramli (kanan) mengangkat tangan bersama pada acara deklarasi dukungan PKS kepada pasangan Foke-Nara dalam Pilkada DKI putaran kedua, di Kantor PKS, Jakarta, Sabtu (11/8). Setelah calon dari PKS gagal melaju ke putaran kedua Pilkada DKI Jakarta, PKS akhirnya menjatuhkan pilihan mendukung pasangan Foke-Nara. ( Foto: Antara )
Selasa, 14 Agustus 2012 | 14:11 WIB
Pilihan PKS merefleksikan cara pikir dan bekerja atas dasar kepentingan sesaat.

Langkah PKS dan Hidayat Nurwahid yang tiba-tiba memutar haluan mendukung Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) dinilai tak memberi pembelajaran baik  bagi demokrasi di Indonesia.
 
Menurut Budayawan Ridwan Saidi, pilihan PKS untuk tiba-tiba memutar haluan mendukung Foke-Nara hanyalah merefleksikan partai itu berpikir dan bekerja berdasarkan kepentingan sesaat. Ridwan tak mau berspekulasi bahwa itu ada kaitan dengan uang, namun dia menegaskan bahwa pilihan PKS demi kepentingan diri sendiri saja.
 
"Ini tak bagus buat pendidikan politik masyarakat. Begitulah  partai-partai rombengan, ibarat kata aslinya tak pantas dipajang di  toko," tegas Ridwan di Jakarta, hari ini.

Dia mengakui, PKS memang memiliki hak untuk memilih akan mendukung siapa pada pilkada putaran II DKI Jakarta. Hanya saja, dia merasa sampai tak bisa  berkata-kata melihat pilihan PKS itu.
 
"PKS memang memang menggunakan haknya di putaran II, ya dia memutar. Kalau ada putaran III, saya yakin dia akan memutar lagi juga," tuturnya.

Sementara itu, soal Hidayat yang di putaran I selalu mengkritik Foke. Tapi belakangan justru bergabung dengan pasangan itu, Ridwan mengatakan, itu justru menjadi pembelajaran bagi semua pihak.
 
"Begitulah Hidayat, ternyata kita tak bisa mengharap banyak ke dia. Saya tak mau berpikir yang tidak-tidak. Pilihan itu hak mereka," tandas Ridwan.

Berdasarkan catatan media massa, Hidayat Nur Wahid menyerang habis-habisan calon incumbent Fauzi Bowo. "Bagaimana masyarakat Jakarta bisa maju, gubernur sama wakilnya saja marahan. Jangan sampai ada wakil gubernur laporkan gubernur ke KPK," kata Hidayat saat kampanye di GOR Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta, bulan lalu.
 
Tentu saja, yang dimaksud Hidayat adalah Foke. Gubernur DKI itu memang tidak akur dengan wakilnya Prijanto. Bahkan, saking tidak akurnya Prijanto beberapa bulan lalu sempat mengutarakan niatnya mengundurkan diri.

Tidak itu saja, Prijanto juga melaporkan Foke ke KPK atas dugaan koruspi APBD Jakarta. Karena itu, Hidayat dalam kampanyenya berharap warga Jakarta tidak memilih Foke.

"Fatahillah akan bersedih melihat Jakarta sekarang, tidak terurus," ujar Hidayat waktu itu.
CLOSE