Pemudik dari Malang tiba di Stasiun Senen, Jakarta, Rabu (22/8). Arus balik penumpang yang menggunakan kereta api H+2 Lebaran mulai berlangsung dan diperkirakan puncak arus balik terjadi pada Sabtu (25/8) atau H+5 Lebaran
Disiapkan 100 armada angkutan malam hari, mengantar penumpang ke tujuan akhir

Arus balik diprediksikan mencapai titik puncak pada hari kelima pasca Idul Fitri atau Sabtu (25/8) mendatang.

Sebab, mayoritas pemudik cenderung menghabiskan waktu liburan cuti bersama di kampung halaman, karena mereka baru mulai beraktivitas kembali pada Senin (27/8).

”Puncak arus balik, seperti tahun- tahun sebelumnya, diperkirakan H+5. Tapi, saat ini arus balik sudah mulai terlihat, meskipun tidak begitu ramai di Stasiun Besar Pasar Senen,” kata Kepala Daerah Operasi I Stasiun Senen Saepudin di Jakarta.

Menurut Saepudin, hingga kemarin kedatangan arus balik Lebaran 2012 di Stasiun Besar Pasar Senen, hanya sekitar 28 KA dari 20 tujuan yang mengangkut 7.317 penumpang, yang sebagian besar berasal dari daerah Jawa Timur.

Dibandingkan arus mudik yang mencapai 13 ribu penumpang per hari, Saepudin menilai arus balik penumpang saat ini tergolong sepi.

Apalagi, banyak penumpang yang turun di Stasiun Jatinegara, Stasiun Bekasi, dan beberapa stasiun lainnya.

“Mungkin karena banyak yang masih menikmati libur panjang di kampung halamannya. Selain itu, banyak pemudik yang lebih memilih masuk kerja pada hari Senin nanti,” kata Saepudin.

Terminal Pulogadung Sepi

Sementara itu, Kepala Terminal Pulogadung Muhammad Nur mengatakan, arus balik penumpang di Terminal Pulogadung jumlahnya belum signifikan.

Sebagian besar penumpang yang tiba di Terminal Pulogadung berasal dari Kuningan, Cirebon, dan Merak.

“Arus balik masih belum terjadi di Pulogadung. Kalau pun ada, itu hanya perjalanan jarak pendek. Itu pun baru satu atau dua kedatangan saja. Puncak arus balik diperkirakan baru terjadi pada Sabtu (25/ 8),” kata Muhammad.

Menurut Muhammad, saat ini pihaknya telah melakukan langkah- langkah konkret untuk mengantisipasi lonjakan arus balik penumpang pada Sabtu mendatang.

Selain menyediakan Posko Keamanan dan Posko Kesehatan, pengelola Terminal Pulogadung juga telah mendirikan dua tenda ber ukuran 5x10 meter untuk tempat berteduh dan menunggu jemputan.

“Tenda kami tempatkan di dekat toilet umum dan musala agar dapat memudahkan penumpang untuk beribadah atau ke toilet. Kami juga bekerja sama dengan pihak Penerangan Jalan Umum (PJU) untuk penerangan di kawasan terminal,” katanya.

Selain itu, kata Muhammad, pihaknya telah menyiapkan sebanyak 100 armada angkutan malam hari, yang terdiri atas bus kecil, bus sedang, dan bus besar. Kendaraan ini, lanjutnya, untuk membantu para penumpang mencapai tempat tujuan.

“Kami juga telah mengingatkan pengelola angkutan umum yang ada di Terminal Pulogadung, seperti Mikrolet, Metromini, dan Kopaja untuk beroperasi hingga larut malam,” katanya.

Mulai Ramai

Dari Lampung diberitakan, PT ASDP Ferr y Indonesia menambah kapal jumlah feri yang beroperasi dari 26 menjadi 29 kapal setiap hari.

Berdasarkan data dari PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, jumlah penumpang pejalan kaki hingga Rabu (22/8) mencapai 20.060 orang, kendaraan roda dua 3.073 unit, roda empat 1.248 unit, bus 12 unit, dan truk 30 unit.

Manajer Operasi PT ASDP Indonesia Ferr y (Persero) Cabang Bakauheni Heru Purwanto mengatakan, jumlah penumpang meningkat signifikan menjelang berakhirnya masa cuti bersama Lebaran.

“Keberangkatan penumpang pejalan kaki di pelabuhan cukup banyak dan datang secara bergelombang dari Terminal Induk Rajabasa, sehingga terjadi antrean di loket- loket untuk menyeberang ke Pelabuhan Merak,” kata Heru.

Ia memastikan gelombang arus balik akan terus meningkat dan mencapai puncak pada pekan ini.

“Kalau tidak hari Jumat (24/5), kemungkinan akan terjadi pada Sabtu-Minggu (25-26/8),” jelas Heru.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan memprediksi puncak arus balik untuk moda transportasi angkutan udara atau pesawat terjadi pada Minggu (26/8).

“Penerbangan puncaknya pada H+6,” kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (22/8).

Ia mengatakan, puncak arus balik Lebaran antarmoda transportasi berbeda satu sama lain. Angkutan udara, puncak arus balik diperkirakan pada Minggu dan KA pada Jumat-Sabtu.

“Prediksi waktu yang sama juga berlaku untuk angkutan laut,” kata Bambang.

Meskipun demikian, Bambang mengatakan, ada kemungkinan arus balik akan terjadi pada H+7 Lebaran.

“Kalau pekerja formal, seperti PNS dan karyawan perusahaan pasti mengejar hari Senin untuk bisa masuk kerja. Tapi, yang nonformal biasanya merayakan apa yang mereka sebut Lebaran Ketupat,” ujarnya.

Penulis: