Simulasi pengamanan Pemilukada
Tujuan diadakannya gelar pasukan untuk mengetahui dan mengecek kesiapan pasukan pengamanan Pilkada, berkaitan dengan penyelenggaran Pilkada putaran kedua

Polda Metro Jaya gelar pasukan Operasi Mantap Praja 2012 terkait pengamanan Pemilu Kepala Daerah DKI Jakarta 2012, di Lapangan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, hari ini.

Pemimpin Upacara, Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol, Suhardi Alius, menuturkan tujuan diadakannya gelar pasukan untuk mengetahui dan mengecek kesiapan pasukan pengamanan Pilkada, berkaitan dengan penyelenggaran Pilkada putaran kedua.

"Tujuan gelar pasukan adalah mengetahui kesiapan pasukan dalam rangka pengamanan Pemilu Kepala Daerah Provinsi Dki Jakarta 2012 putaran kedua, di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan sekitarnya," ujar Suhardi.

Suhardi mengatakan, Jakarta merupakan pusat aktifitas kegiatan politik, pemerintahan, pembangunan, dan perekonomian. Karena itu, Polda Metro Jaya harus mampu menciptakan Kamtibmas yang kondusif guna mendukung suksesya Pemilu Kada.

"Posisi strategi-strategi di atas akan berimplikasi kepada tingginya kerawanan di setiap penyelenggaraan Pemilu Kada. Dalam pelaksanaan operasi ini, juga sangat diperlukan peran stekolder. Hal itu, bertujuan membangun kemitraan dan kebersaaman dalam menciptakan kondisi aman walaupun ketersediaan sarana dan pra-sarana belum sepenuhnya maksimal," tambahnya.

Aparat, kata Suhardi, harus bisa mengantisipasi gangguan Kamtibmas dengan deteksi secara dini dan melakukan pencegahan.

"Di tengah dinamika isu politik yang memanas, potensi kerawanan pada tahap pemungutan suara di TPS akan semakin tinggi. Kondisi ini akan kita antisipasi dengan deteksi dini dan melakukan pencegahan agar tidak terjadi gangguan kamtibmas, seperti pengerusakan TPS, unjuk rasa, konflik sosial, rusuh massa, dan lainnya," katanya.

Untuk itu, terang Suhardi, perlu dilakukan cara bertindak tertib dengan menempatkan personel Polri dan aparat lainnya di setiap TPS.

"Dengan pola pengamanan berbeda baik TPS aman maupun rawan, saya harap saudara (personel) bisa mengemban amanat yang telah diberikan dan berperan aktif dalam mengamankan kegiatan pesta demokrasi ini. Saya minta saudara dengan serius menggunakan daya kemampuan keterampilan yang dimiliki untuk melakukan pengamanan," ungkapnya.

Selain memerintahkan serius dalam melakukan pengamanan, Suhardi meminta kepada aparat agar tak berpihak kepada pasangan calon tertentu.

"Saya perintahkan kepada seluruh anggota dalam mengembankan tugas yang mulia ini agar memperhatikan beberapa hal, menjunjung netralitas Polri dengan tidak memihak kepada salah satu pasangan calon, kedepankan deteksi dini, preventif serta preentif, dan penegakkan hukum yang tegas," jelasnya.

"Siapkan mental dan tekad untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, sinergitas pengamanan terhadap personil, pahami benar tugas masing-masing sesuai arahan serta petunjuk untuk meminimalisir kesalahan, hindari sifat arogan yang tidak mencerminkan perilaku anggota Polri sebagai pelindung-pengayom masyarakat, tanamkan etika moral, dan profesionalisme," pungkasnya.

Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, Gelar Pasukan diselenggarakan sekitar pukul 07.00, diikuti ratusan personel Polisi, TNI dan sejumlah tamu undangan.

Diketahui, Polda Metro Jaya bersama instansi terkait bakal menurunkan 16.605 personel dalam mengamankan Pilkada putaran kedua, terdiri dari gabungan Polda 4.427 personel, gabungan Polres 7.397 personel, BKO Brimob Polri 2.100 personel, BKO gabungan staf Mabes Polri 505 personel, dan BKO TNI Kodam Jaya 2.200 personel.

Penulis: