Terdakwa John Kei (kanan) menuju ruang sidang saat sidang perdana kasus pembunuhan bos PT Sanex Steel, Tan Harriy Tantono akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (28/8). Terdakwa John Kei dijerat oleh jaksa dengan pasal tentang pembunuhan berencana dan terancam hukuman maksimal hukuman mati.
Massa anti John Kei memasang spanduk di halaman PN tentang kejahatan yang pernah dilakukan oleh John Kei.

Dua kelompok massa memadati persidangan kasus pembunuhan Bos PT Sanex Steel, Tan Harry Tantono alias Ayung, dengan terdakwa John Refra alias John Kei di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

"Kami ingin memberikan dukungan kepada hakim dan jaksa untuk mengambil keputusan sesuai dengan pasal-pasal yang telah ditetapkan oleh undang-undang," kata koordinator aksi anti John Kei, Edi Turangga di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (25/9).

Dia meminta pihak pengadilan untuk bertindak seadil-adilnya dalam memutuskan perkara pembunuhan Bos PT Sanex Steel tersebut. Puluhan orang dari massa anti John Kei menggunakan pita hijau saat melakukan aksinya.

Dalam aksinya massa anti John Kei memasang spanduk di halaman PN tentang kejahatan yang pernah dilakukan oleh John Kei. Selain massa anti John Kei, ratusan pendukung John Kei juga memadati halaman dalam PN Jakarta Pusat untuk mengikuti persidangan.

Sempat terjadi ketegangan antarkedua kelompok massa yang dipicu oleh suara gaduh yang dilakukan oleh pendukung John Kei yang berada di dalam Pengadilan.

Ratusan aparat kepolisian bersenjata lengkap disiagakan untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan dari kedua belah massa. Kepolisian melakukan pengamanan di dalam dan luar pengadilan agar massa tidak saling berbenturan.

"Kepolisian menyiagakan 700 personel untuk menjaga jalannya persidangan," kata Kapolsek Gambir AKBP Tatan Dirsan.

Personel yang disiagakan berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Pusat dan Polsek Gambir, kata dia.

Kelompok massa anti John Kei akhirnya meninggalkan PN Jakarta Pusat dengan pengawalan ketat dari petugas kepolisian. Persidangan John Kei pada (25/9) tersebut mengagendakan mendengarkan saksi yang diajukan oleh jaksa penuntut umum.

Penulis: