Seorang warga memberikan hak suaranya pada pilkada DKI Jakarta di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 22, RW.7 kelurahan Karet Tengsin, Jakarta, Kamis (20/9). Pemilih yang terdaftar di TPS tersebut mayoritas adalah korban kebakaran pada bulan Agustus lalu. FOTO ANTARA/M. Luthfi Rahman
Golput putaran kedua 3,1 persen. Sedangkan golput putaran pertama 36,3 persen.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta menyatakan pemilih golongan putih (golput) dalam pemilukada putaran kedua pada 20 September 2012 mengalami penurunan 3,1 persen. Pada putaran pertama pemilukada 11 Juli 2012, pemilih golput 36,3 persen, kini putaran kedua pemilih golput alias yang tidak datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) mencapai 33,2 persen.

Ketua Pokja Pemungutan dan Penghitungan Suara KPU DKI Jakarta Sumarno mengatakan tingkat partisipasi pemillih di putaran kedua pemilukada DKI 2012 meningkat sekitar 2,2 persen, yaitu menjadi 66,8 persen dibandingkan jumlah partisipasi pemilih pada putaran pertama sebesar 64,6 persen.

“Ini sudah baik karena mengalami peningkatan partisipasi pemilih, meski meleset dari target KPU Provinsi DKI. Kami menargetkan partisipasi pemilih pada putaran kedua mencapai 70 persen,” kata Sumarno, Jakarta, Kamis (27/9).

Peningkatan partisipasi ini menimbulkan dampak posiitif yaitu menurunnya jumlah angka pemillih golput pada putaran kedua.

“Golput mengalami penurunan yang cukup baik. Hal ini terjadi berkat sosialisasi yang kita lakukan di sekolah-sekolah, pemberitaan di media yang berkesinambungan dan secara psikologis warga melihat hanya dua pasangan calon saja,” terangnya.

Angka partisipasi Pilkada di dapatkan dengan melihat data pemilih yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di masing-masing kotamadya dan kabupaten dibandingkan dengan data total suara sah dan tidak sah yang dihitung di TPS masing-masing.

Jumlah golput yang paling besar di Jakarta Timur. Dari DPT putaran kedua, jumlah pemilih di kawasan ini mencapai 1.999.040 orang, namun yang datang memberikan suaranya hanya mencapai 1.328.944 orang. Artinya, ada sekitar 670.096 warga yang tidak memberikan hak pilihnya dalam putaran kedua.

Disusul Jakarta Selatan dengan angka golput mencapai 512.286 orang. Jumlah ini didapat dari jumlah DPT yang terdaftar sebanyak 1.512.913 orang, namun yang datang memberikan hak pilihnya hanya mencapai 1.000.627 orang.

Daerah ketiga yang memiliki golput banyak terdapat di kawasan Jakarta Barat yaitu sebanyak 443.214 orang. Hal ini terlihat dari warga yang terdaftar dalam DPT sebanyak 1.510.159 orang, hanya ada 1.066.945 orang yang memberikan suaranya untuk memilih kedua pasangan calon tersebut.

Kemudian di Jakarta Utara, angka pemilih golput mencapai 425.408 orang. Jumlah ini didapat dari pemilih yang terdata di DPT sebanyak 1.168.988, namun yang hadir ke TPS hanya 743.580 orang. Begitu juga di Jakarta Pusat, jumlah pemilih golput cukup tinggi yaitu mencapai 273.755 orang. Yakni dari DPT ssebanyak 789.484 orang, hanya ada 515.726 warga yang memberikan hak pilihnya.

Terakhir, golput yang paling kecil ada di Kabupaten Kepulauan Seribu, yaitu hanya mencapai 4.201 orang. Jumlah ini didapat dari hanya ada 12.166 orang yang datang ke TPS dari jumlah DPT yang mencapai 16.367 orang.

Sehingga, total DPT pada putaran kedua 6.996.951 pemilih, yang hadir ke TPS 66,8 persen atau sebanyak 4.667.991 orang. Sedangkan yang memilih golput atau tidak memberikan hak pilihnya sekitar 33,2 persen atau sebanyak 2.328.960 orang.

Penulis: