Dua Armada Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) terbaru saat beroperasi untuk pertama kali di depan Kampus UIN, Jakarta, Kamis (4/10). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta hari ini secara resmi meluncurkan rute Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) terbaru yakni jurusan Ciputat, Tangerang Selatan menuju Terminal Kota. FOTO ANTARA/Reno Esnir/Koz/nz/12.
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI meluncurkan Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) atau feeder Transjakarta jurusan Ciputat-Kota hari ini.

Pengoperasian APTB yang ketiga ini dilakukan di kawasan Stasiun Kota menuju Ciputat, Tangerang Selatan.

Sebanyak 15 armada APTB berwarna biru telah melayani penumpang di trayek tersebut, dengan memasuki koridor busway. Armada APTB jurusan Ciputat-Kota ini merupakan peremajaan dari perusahaan oto bus (PO) Bianglala Metropolitan (BMP) C-45.

Direktur Utama BMP Tasmiyati Mujiono mengatakan APTB Ciputat-Kota hanya beroperasi dari Lebak Bulus ke Stasiun Kota. Sedangkan untuk Lebak Bulus ke Ciputat menggunakan bus feeder (pengumpan). Armada feeder ini berjumlah empat unit dengan ukuran lebih kecil.

"Feeder ini gratis. Penumpangnya baru membayar tiket dari halte Ciputat atau dari halte Lebak Bulus," kata Tasmiyati seusai peresmian APTB Ciputat-Kota di Terminal Kota, Jakarta, Kamis (4/10).

Padahal sebelumnya, Dishub DKI telah menetapkan rute APTB Ciputat-Terminal Kota akan melewati Terminal Kota – Jalan Lada – Stasiun Kota – Jembatan Batu – Mangga Dua Raya – Berputar – Mangga Dua Raya – Hayam Wuruk – Ir Juanda – Jalan Medan Merdeka Barat – Jalan MH Thamrin – Jalan Sudirman – Sisingamangaraja – Panglima Polim – Radio Dalam - Metro Pondok Indah – Lebak Bulus – Pasar Jumat – Ciputat.

Menurut Tasmiyati, dalam waktu dekat jumlah armada APTB Ciputat-Kota ditambah menjadi 30 armada. Artinya, sisa 15 armada lagi dalam waktu dekat akan segera bergabung dengan 15 armada yang sudah beroperasi hari ini.

Hingga saat ini, 15 armada tambahan tersebut sedang dalam proses pembuatan. Setelah ini, PO BMP akan mempersiapkan peremajaan tiga rute trayeknya yang lain menjadi APTB. Ketiga rute tersebut, Ciputat-Senen, Depok-Bogor, dan Tangerang-Senen via Ciledug.

"Untuk pramudi atau sopir bus dari APTB ini tetap menggunakan pramudi lama. Hanya sistem pengupahannya diubah dari setoran menjadi sistem gaji bulanan. Yang pasti pramudi APTB kami bina untuk bisa bekerja sesuai dengan standar bus Transjakarta," ujarnya.

Menekan kemacetan

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono membantah pelayanan APTB hanya sampai Lebak Bulus. APTB tersebut tetap melayani penumpang sampai Ciputat, dengan armada sama yaitu jenis high deck.

"Tidak ada perubahan rute sama sekali. Tetap seperti rute yang semula kita tetapkan," bantah Pristono.

Dijelaskannya, APTB Ciputat-Kota ini untuk menekan kemacetan lalu lintas dari arah Tangerang Selatan menuju Jakarta. Sebab, banyak penduduk commuter dari arah Tangerang Selatan menggunakan kendaraan pribadi. Hal itu membuat beban jalan dari arah Tangsel menuju Jakarta menjadi membengkak.

Mengantisipasi tingginya kemacetan ini pihaknya Jakarta mengajak masyarakat di daerah penyangga menggunakan angkutan umum ke Jakarta. Salah satunya dengan APTB. Tujuan lain dengan pengoperasian APTB Ciputat-Terminal Kota untuk membangun kepedulian publik agar menggunakan angkutan umum massal.

Setiap unit armada APTB Ciputat-Kota mampu mengangkut 85 penumpang. Terdiri dari 35 penumpang duduk dan 50 berdiri. Bus ini high deck, dan posisi tempat duduk berhadapan. Setiap penumpang dikenakan tarif sebesar Rp9.500. Angka sebesar ini termasuk tarif busway normal sebesar Rp3.500/penumpang dan tarif angkutan perbatasan sebesar Rp6.000/penumpang.

Sebelumnya Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah mengoperasikan dua APTB sebelumnya yang telah diluncurkan Pemprov DKI dengan pemerintah daerah tetangga, yakni jurusan Bekasi-Pulogadung dan APTB jurusan Tangerang-Kalideres.

Penulis: