Ilustrasi Pemilukada. (Antara)
Pelaku penyebar selebaran itu sendiri masih ditahan di Polda Metro Jaya.

Penyidik kepolisian segera memanggil saksi terkait dugaan pelanggaran kampanye hitam dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) DKI Jakarta 2012.

Pelaku penyebar selebaran itu sendiri masih ditahan di Polda Metro Jaya.

"Termasuk saksi yang menangkap mereka," ujar Juru Bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar (Pol) Rikwanto, Sabtu (6/10).

Dikatakan Rikwanto, selain memanggil saksi kasus selebaran itu, polisi juga akan mengundang saksi terkait kasus pelanggaran kampanye hitam melalui buku, serta kasus joki.

"Juga termasuk saksi yang menangkap joki. Setelah pemeriksaan berkas, akan segera dipanggil," tambahnya.

Sementara itu, Rikwanto menyampaikan, pelaku penyebar selebaran di Matraman saat ini masih ditahan di Polda Metro Jaya. "Pelaku penyebar selebaran masih ditahan," tandasnya.

Sebelumnya diketahui, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, memastikan bahwa kasus selebaran bernada provokatif terkait Pemilukada DKI Jakarta dengan dua tersangka Pandapotan Lubis dan Joki Simbolon, masuk ranah pidana.

Berdasarkan laporan dengan nomor laporan LP /488/IX/2012/PMJ/Dit Reskrimum, pelapor atas nama Sapardi, mendapati Pandapotan sedang membagikan selebaran yang menyatakan permusuhan kepada golongan keturunan China, di Jalan Raya Matraman. Kemudian, pelaku langsung diamankan Sapardi ke Polsek Matraman.

Pada saat bersamaan, salah satu pelapor lainnya atas nama Pramono (anggota Timses Jokowi-Basuki), juga mengamankan Joki Simbolon yang tengah membagikan selebaran. Dia  lalu diamankan ke Polsek Matraman, sebelum kemudianm keduanya dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

Selain menciduk dua pelaku, polisi dalam kasus ini juga menyita barang bukti 24 lembar brosur bertajuk "Rakyat Menggugat Suara Nurani Rakyat Pinggiran Ibu Kota".

Diketahui, keduanya saat ini sudah ditetapkan menjadi tersangka dan menjalani penahanan. Atas perbuatannya, keduanya terancam pasal 156, 157 dan 160 KUHP tentang pelecehan terhadap segolongan masyarakat dan penghasutan.

 


Penulis: