Ilustrasi siswa yang mengalami kesurupan. (Antara)
Karena panik dan menangis, akhirnya siswi lainnya pun ikut kesurupan.

Sebanyak 20 siswa SMP Negeri 229 Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu mengalami kesurupan massal.

"Ada lebih dari 20 siswi yang mengalami kesurupan massal. Sekitar pukul 11.00 WIB, saat waktu istirahat kedua, tiba-tiba ada yang berteriak histeris dan menangis. Siswi lainnya panik dan akhirnya tertular," ujar Guru olahraga Subagyo di Jakarta, hari ini.

Subagyo mengatakan, awalnya, dua siswi yang berada di lantai 3 gedung sekolah tiba-tiba kesurupan dengan berteriak histeris, lalu siswi lainnya panik dan menangis, akhirnya mereka pun ikut kesurupan.

Para guru di sekolah tersebut kemudian berusaha untuk menyadarkan para siswi yang kesurupan tersebut. Mereka membacakan ayat-ayat suci Alquran dan berusaha menenangkan murid lainnya.

Menurut pengakuan salah seorang siswi bernama Intan, sebelumnya seorang anak kelas 8 pingsan di lantai 3. Kemudian temannya menceritakan hal gaib yang dia lihat di sekolah tersebut sehingga siswa lainnya merasa ketakutan, pingsan, dan kesurupan. Kejadian itu merembet kepada teman-teman di sekitarnya.

Akhirnya puluhan siswa tidak sadarkan diri dan langsung ditangani oleh para guru di SMP tersebut. "Anehnya, ada salah seorang siswi yang mengaku melihat sesosok kakek di parkiran motor bangunan sekolah, namun siswi yang melihat sosok tersebut tidak mengalami kesurupan," kata Guru Olahraga, Subagyo.

Anak-anak yang kesurupan tersebut langsung dipencar untuk diobati. Ada yang dibawa ke kelas, ke UKS, dan ke mushola. Nanda, siswi kelas 9 yang menjadi korban kesurupan mengaku saat itu sudah berada di luar gerbang sekolah untuk naik angkutan umum. Ketika dia akan naik angkot, dia merasa ada yang menarik dari belakang.

"Kemudian saya tak sadarkan diri, baru sadar kalau sudah berada di UKS sekolah," ungkapnya.

Nanda mengatakan, rata-rata siswi yang terkena kesurupan berada di dekat lokasi UKS dan toilet di sekolah tersebut. "Kebanyakan kenanya di ruang UKS sama di toilet," katanya.

Setelah para siswa tersebut sadar, mereka dipulangkan lebih awal, katanya.
"Akibat kejadian kesurupan massal tersebut, para guru juga mempercepat jadwal pulang," tambahnya.

Penulis: