Jokowi bersama Ketua KPUD DKI Jakarta
Butuh staf yang paham pola kerjanya.

Walikota Solo yang terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo akan mengajak sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) di Pemerintahan Kota Solo untuk turut pindah ke Jakarta.

Menurut Jokowi, ia butuh staf yang sudah memahami pola kerjanya sehingga memudahkan penyesuaian saat memimpin ibukota.

"Saya membutuhkan staf yang sudah memahami pola kerja sama untuk membantu di sana (Jakarta). Bukan apa–apa, ini agar lebih mudah penyesuaiannya saja. Saya juga sudah tanya ke beberapa staf. Bisa satu atau dua orang, tetapi belum tahu yang mau pindah siapa,” katanya belum lama ini.

Perpindahan tugas PNS dalam aturan kepegawaian dimungkinkan melalui mekanisme mutasi.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Solo Etty Retnowati mengaku belum menerima permintaan PNS Pemerintahan Kota Solo untuk pindah tugas ke Jakarta. Menurut Etty, wajar jika Jokowi membutuhkan staf yang sudah memahami pola kerjanya.

”Jika memang dibutuhkan, ya bisa saja dilakukan pindah tugas. Kalau pun ada yang diminta bertugas di sana,  tak masalah karena kebutuhan PNS di Solo masih mencukupi. Tetapi pengajuan resmi memang belum ada,” kata Etty.

Ajudan Jokowi saat menjabat Walikota Solo, Devid Agus Yunanto disebut-sebut sebagai staf PNS Solo yang bakal mengajukan pindah tugas. Devid merupakan ajudan yang sudah lima tahun mendampingi Jokowi.

Saat dikonfirmasi, Devid mengaku belum membuat keputusan meski tidak menampik jika pada pelantikan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta akan mendampingi Jokowi.

"Tergantung bapak (Jokowi)," ujarnya.

Penulis: