Mobil Ferrari Malinda Dee yang disita polisi
Dalam putusan kasasi disebutkan beberapa aset milik Malinda yang diduga hasil kejahatan diserahkan kepada Citibank

Mahkamah Agung menolak kasasi terdakwa kasus dugaan pencucian uang dan  kejahatan perbankan Malinda Dee. Dia dihukum 8 tahun penjara dan denda Rp10 miliar subsider satu tahun kurungan.

Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung Ridwan Mansyur menjelaskan, dalam putusan kasasi disebutkan beberapa aset milik Malinda yang diduga hasil kejahatan diserahkan kepada Citibank.

"Soal asetnya Malinda, putusan kasasi-nya sama dengan putusan tingkat banding (Pengadilan Tinggi DKI Jakarta) dan tingkat pertama (Pengadilan Negeri Jakarta Selatan)," kata Ridwan di Jakarta, hari ini.

Dalam putusan banding dan putusan PN Jaksel sebelumnya memerintahkan kendaraan milik Malinda berupa dua unit mobil Ferarri, satu unit mobil Hummer, satu unit mobil Toyota Fortuner, dan satu unit mobil Mercedes Benz diserahkan ke Citibank.

Malinda merupakan eks Relationship Manager Citibank yang diduga membobol dana nasabah Citibank atas nama Rohli bin Pateni, N. Susetyo Sutadji dan Surjati T. Budiman serta nasabah Citigold lainnya. Dia melakukan 117 transaksi tranfer dana yang terdiri dari 64 transaksi dengan total Rp27,3 miliar dan 53 transaksi dengan total US$2 juta.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menyatakan Malinda terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melanggar pasal 49 ayat(1) huruf a UU No.7 Tahun 1992 sebagaimana telah diubah dengan UU NO.10 Tahun 1998 tentang Perbankan Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto pasal 65 ayat (1) KUHP.

Itu karena Malinda membuat atau menyebabkan pencatatan palsu dalam pembukuan rekening suatu bank serta melakukan proses transfer yang dilakukan tidak sesuai dengan standar prosedur Citibank. 

Selain itu, Malinda melanggar dua pasal pencucian uang yakni pasal 3 ayat (1) huruf b UU No.15 Tahun 2002 sebagaimana telah diubah dengan UU No.25 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) juncto pasal 65 ayat (1) KUHP. Serta pasal 3 UU No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan pemberantasan Tindak Pidana  Pencucian Uang juncto pasal 65 ayat (1) KUHP.

Malinda diduga mentransfer harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana ke penyedia jasa keuangan dengan maksud menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul harta kekayaan yang diduga hasil tindak pidana.

Perbuatan itu dilakukan Malinda dengan mentransfer dana milik nasabah Citigold ke rekening Visca Lovitasari (adik Malinda) dan Ismail bin Janim (suami Visca). Atas perintah Malinda, mereka kemudian mentransfer kembali dana itu ke sejumlah rekening antara lain rekening milik Malinda di Bank Mega, rekening PT Eksklusif Jaya Perkasa dan rekening Andhika Gumilang (suami Malinda) di bank BCA.

Malinda juga menyamarkan hasil tindak pidana dengan membelanjakan dua unit mobil Ferarri, satu unit mobil Hummer, satu unit mobil Toyota Fortuner, dan satu unit mobil Mercedes Benz.


Penulis: /FEB