Gubernur DKI Jakarta periode 1987-1992 Wiyogo Atmodarminto (infojkt.com)
Mantan Gubernur DKI Jakarta periode 1987-1992 Letjen TNI (Purn) Wiyogo Amodarminto meninggal dunia,  Jumat (19/10) malam.

Wiyogo menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit MMC Jakarta, pada pukul 20.00 WIB, pada usia 90 tahun. Saat ini jenazah almarhum masih berada di Rumah Sakit MMC, Kuningan, Jakarta Selatan.

Kepala Bidang Informasi Publik Dinas Komunikasi Informasi dan Kehumasan (Diskominfomas) Pemprov DKI Jakarta Eko Hariadi membenarkan kabar tersebut.

"Innalillahi wainnailahi rojiun. Benar, telah meninggal dunia Bapak Wiyogo Atmodarminto, mantan Gubernur DKI Jakarta, sekitar pukul 20.00 di rumah sakit MMC," kata Eko kepada Beritasatu.com, Jumat (19/10).

Eko menerangkan jenazah almarhum akan disemayamkan di rumah duka, Jalan Banyumas No 13, Menteng, Jakarta Pusat.

"Rencananya kalau enggak malam ini atau besok dibawa ke rumah duka. Tapi saya belum tahu kapan dan di mana almarhum akan dimakamkan,” ujarnya.

Kabar meninggalnya mantan Gubernur yang senang berkeliling kota Jakarta ini, menurut Eko, sudah tersebar ke seluruh pejabat Pemprov DKI.

Tidak tertutup kemungkinan kabar tersebut telah disampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. Namun Eko belum mengetahui kapan keduanya dijadwalkan untuk melayat ke rumah duka.

Letjen TNI (Purn) Wiyogo Atmodarminto yang lahir di Yogyakarta, 22 November 1922 akrab disapa warga Jakarta dengan sebutan Bang Wi. Selama lima tahun memimpin Jakarta, Bang Wi sering berkunjung di rumah-rumah warga dan berbagai tempat di Jakarta. Sehingga dia terkenal sebagai pribadi yang terbuka dan sangat disiplin.

Kebijakan yang terkenal saat kepemipinannya adalah menerapkan pola hidup BMW yaitu Bersih, Manusiawi, berWibawa. Tidak hanya itu, Bang Wi juga yang melarang dan menghapuskan pengoperasian kendaraan beroda tiga Becak di Jakarta. Seluruh becak dikumpulkan dan dibuang ke laut untuk dijadikan rumpon atau tempat ikan.

Semasa hidupnya, Bang Wi merupakan pelaku sejarah peristiwa Serangan umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta. Lalu pernah menjabat sebagai Panglima Kowilhan II pada tahun 1981-1983 dan Panglima Kostrad pada 19 Januari 1978 hingga 1 Maret 1980. Dan terakhir, Bang Wi pernah bertugas menjadi Duta Besar RI untuk Jepang.


Penulis: