Ilustrasi pemeliharaan taman kota Jakarta.
Pemprov DKI akan bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemenpu) untuk menambah RTH yang ada di Jakarta dengan berbagai kegiatan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mewujudkan Kota Jakarta menjadi Kota Hijau dengan menambah ruang terbuka hijau (RTH) yang saat ini baru mencapai 9,8 persen dari total luas Jakarta 650 kilometer persegi.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemprov DKI akan bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemenpu) untuk menambah RTH yang ada di Jakarta dengan berbagai kegiatan.

Diantaranya dengan membangun Hidden Park pada 3 November lalu di Taman Langsat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dan penandatanganan kesepakatan dengan pejabat Pemerintah Daerah pada 8 November 2012 di kantora Direktorat Penataan Ruang, Kemenpu. Kesepakatan ini untuk menggalang komitmen dari pejabat pemerintah daerah untuk mewujudkan konsep kota hijau.

Sebagai bentuk dukungan mewujudkan Kota Hijau sekaligus merayakan Hari Tata Ruang  2012, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Menteri PU Djoko Kirmanto secara khusus melepas para sepeda yang mendukung gerakan Kota Hijau di Jakarta di Bunderan Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, hari ini. Kemudian, Joko Widodo bersama Djoko Kirmanto bersepeda bareng dengan para peserta funbike mengeliling Bundaran HI .

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menegaskan pihaknya sedang melakukan percepatan pembebasan tanah yang semuanya diperuntukkan untuk RTH. “Kita akan mulai bangun RTH dengan skala yang kecil-kecil namun tersebar banyak. Coba cek saja di Dinas Pertamanan, anggaran untuk pembebasan lahannnya juga besar di situ,” kata Joko Widodo, hari ini.

Sebanyak 250 kelurahan di Jakarta akan menjadi target pencapaian ruang terbuka hijau. Dari ratusan kelurahan tersebut, diharapkan ada seribu taman terbuka hijau. Paling tidak, program untuk menghutankan kembali Jakarta dan mendatangkan kicauan burung di kota metropolitan ini dapat terwujud segera.

Direktur Pembinaan Penataan Ruang Daerah Wilayah II Bahal Edison Naiborhu mengatakan kondisi perkotaan di Indonesia saat ini dihadapkan pada degradasi kualitas lingkungan pemukiman yang diikuti dengan eksternalitas negatif, seperti banjir, kemacetan, kekumuhan dan krisis infrastruktur.

“Tantangan ke depan dirasa akan semakin berat dengan hadirnya parameter perubahan iklim dan semakin terbatasnya sumber daya pendukung kehidupan. Karena itu Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), harus mampu menjawab permasalahan itu, sekaligus sebagai alat untuk mewujudkan ruang yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan,” kata Bahal.

Bagi daerah yang telah menyelesaikan RTRW harus berkomitmen tinggi dalam mengimplementasikan rencana melalui program pembangunan perkotaan dan perdesaan, antara lain kota hijau, kota pusaka dan desa lestari.

Bahal mengimbau dalam merayakan Hari Tata Ruang ini diharapkan seluruh Pemda dapat menerapkan delapan atribut Kota Hijau. Yaitu perencanaan dan perancangan kota ramah lingkungan, RTH, konsumsi energi yang efisien, pengelolaan air, pengelolaan limbah dengan prinsip 3 R, bangunan hemat energi, penerapan sistem transportasi yang berkelanjutan dan peningkatan peran masyarakat sebagai komunitas hijau.

Kegiatan yang dilakukan Kemenpu dalam merayakan Hari Tata Ruang 2012 diantaranya membangun Hidden Park, melakukan gerakan nasional Haritaru 2012 hari ini di Bundaran HI dengan mencanangkan perangko Haritaru oleh Menteri PU Djoko Kirmanto. Dilanjutkan aksi donor darah pada tanggal 6-7 November 2012 dan aksi penandatangan kesepakatan dengan pejabat Pemda.

Diteruskan dengan kegiatan pemberian penghargaan terhadap kader remaja Tata Ruang pada 9-10 November 2012 di Taman Mini Indonesia Indah. Kegiatan ini memberikan penghargaan kepada generasi muda berprestasi di bidang lingkungan sebagai Kader Remaja Tata Ruang. Juga puncak perayaan Haritaru 2012 di Pasa Arsipel TMII yang diisi dengan berbagai kegiatan seperti bazaar, pasar rakyat dan hiburan.

Pakar Tata Kota dari Universitas Indonesia Nirwono Joga menyambut gembira konsep kota hijau diterapkan di Jakarta. menurutnya, kota hijau merupakan salah satu upaya dalam mengantisipasi, adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim. “Menjaga Jakarta agar tetap ramah lingkungan, dan mewujudkannya menjadi Kota Hijau harus menjadi perhatian bersama, bukan hanya Pemprov DKI maupun pemerintah pusat,” ujarnya.


Penulis: /WEB