Pegadaian Cabang Cipete Raya, Jalan Cipete Raya RT06 RW03 yang dirampok pada Senin (5/11)
Pemasangan CCTV wajib dilakukan, termasuk penggunaan brankas yang ditanam atau dilas ke tembok.

Kepolisian masih mendalami dan menelusuri kasus perampokan Pegadaian di Jalan Cipete Raya. Sementara, guna mencegah perampokan terulang kembali, pihak Pegadaian pun diharapkan meningkatkan sistem pengamanan.

"Masih pengolahan TKP dan periksa saksi. Mudah-mudahan bisa segera jelas siapa pelakunya, dan segera ditangkap," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar (Pol) Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (7/11).

Ia menambahkan, Kapolres Jakarta Selatan (Jaksel), Kombes (Pol) Wahyu Hadiningrat, sudah mengumpulkan pihak Pegadaian dan melakukan pembahasan terkait masalah keamanan.

"Terkait bagaimana proses pengamanannya, lalu proses pelayanan terhadap masyarakat yang datang, dan bagaimana pengamanan barang. Ada sistem yang akan diperbarui dan dibangun, agar tak terjadi lagi perampokan," tambahnya.

Apa saja sistem yang diperbaharui? Rikwanto menyampaikan, pemasangan CCTV wajib dilakukan, termasuk penggunaan brankas yang ditanam atau dilas ke tembok.

"Jelas harus ada CCTV di beberapa sudut. Satpam juga harus ditingkatkan dan melakukan koneksi dengan lingkungan. Pengamanan barang-barang berharga, misalnya brankas, harus bagaimana, apakah ditanam atau dilas di tembok. (Dari) Beberapa peristiwa yang terjadi, pelaku begitu mudah membawa brankas, namun kesulitan membukanya," paparnya.

Menyoal apakah perlu penjagaan petugas polisi di Pegadaian, Rikwanto mengatakan bahwa tidak dimungkinkan ada petugas polisi di setiap Pegadaian, karena jumlah polisi yang terbatas.

"Nanti petugas patroli akan ditingkatkan memantau. Tidak mungkin dilibatkan menjaga, karena (personel) terbatas. Tenaga petugas keamanan atau satpam di sana harus ditingkatkan," terangnya.

Rikwanto menambahkan, tingkat kejahatan di Jakarta Selatan secara kualitas meningkat, tapi secara kuantitas cenderung menurun. Ia menilai, penggunaan senjata api seperti kasus penembakan di Cidodol dan Pegadaian, merupakan indikasi meningkatnya kualitas tindak kejahatan. Namun, kendati secara kualitas meningkat, ia menepis pernyataan kalau polisi kesulitan mengungkap kasus perampokan Pegadaian.

"Tinggal tunggu waktu saja. Butuh informasi yang banyak untuk segera diungkap," kata Rikwanto.

Ia menegaskan, pihaknya bakal melakukan penindakan tegas sesuai Standard Operating Procedure (SOP) terhadap pelaku-pelaku tindak kejahatan yang menggunakan senjata api. Tindakannya bergantung situasi dan kondisi di lapangan, dan tak harus menunggu perintah.

"Bukan harus ada perintah, baru tindak tegas. Kalau memang perlu tindakan tegas, ya dilakukan. Tentu sesuai SOP yang berlaku. Apalagi pelaku menggunakan senjata api. Itu sudah membahayakan," tegasnya.

Penulis: