Jokowi ketika tengah membagikan Kartu Jakarta Pintar
Ada tiga masalah yang dihadapi para dubes, yaitu kesulitan mendapat lahan parkir, tanda lalu lintas yang belum lengkap dan lambannya birokrasi proses perizinan bangunan.
 
Permasalahan Kota Jakarta ternyata tidak hanya dirasakan oleh warga Jakarta saja, tetapi juga dialami sekitar 60 perwakilan Duta Besar (Dubes) negara sahabat yang berkantor di Ibu Kota.
 
Hal itu terungkap dalam pertemuan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dengan puluhan perwakilan Dubes negara sahabat, yang tergabung dalam Bureau of Gubernatorial Affairs,  di Hotel Borobudur, Jakarta, (4/12)

Ada tiga masalah yang dihadapi para dubes, yaitu kesulitan mendapat lahan parkir, tanda lalu lintas yang belum lengkap dan lambannya birokrasi proses perizinan bangunan.
 
"Mereka mengeluhkan ketiga permasalahan tersebut, akan saya tindak lanjuti agar menjadi bahan masukan untuk pembangunan di DKI Jakarta. Ini harus ditanggapi untuk perbaiki persepsi  warga negara asing terhadap Jakarta," kata Jokowi usai pertemuan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, para Dubes juga ingin mendengarkan alasan 'blusukan' Jokowi ke kampung-kampung yang dilakukan hampir setiap hari, sejak pagi hingga malam hari sejak menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Jokowi menerangkan, kegiatan itu dilakukan untuk menjalin silahturahmi yang baik antara Pemprov DKI dengan warga Jakarta.

"Mereka bertanya bagaimana mengatur waktunya. Pokoknya pertemuan tadi ya cerita-cerita saja, santai, tidak serius kok. Saya ingin terjalin silahturahmi yang baik antara Dubes dengan Pemprov DKI," ujarnya.
 
Selain mendengarkan keluhan permasalahan Jakarta, Jokowi juga memaparkan beberapa program pembangunan yang menjadi unggulan antara lain, revitalisasi angkutan umum, mass rapit transportation (MRT) dan monorel.
 
Dia mengatakan, pembangunan MRT koridor Selatan-Utara dengan rute Lebak Bulus-Kampung Bandan akan selesai pada 2019 mendatang.  Sedangkan monorel dijanjikan rampung selama 4 tahun. Soal penanganan banjir, Jokowi berjanji akan menyelesaikan 6-10 titik rawan banjir setiap tahun. 

"Mereka juga harus melihat ke depan, bahwa masalah yang ini juga harus kita tangani. Sehingga kalau ketemu lagi ada perkembangan yang dilihat mereka. Sekali lagi, ini untuk membangun persepsi yang baik tentang Jakarta," tuturnya.
 
Perwakilan Dubes dari Zimbabwe Alice Mageza mengatakan pihaknya akan mendukung penuh program-program Pemprov DKI dalam membangun Ibu Kota. 

Dukungan itu dilakukan karena mereka menyambut baik tali silahturahmi yang dilakukan Jokowi kepada para Dubes.

"Kami senang Gubernur Jokowi mau berkomunikasi dengan kami dan membuka ruang komunikasi. Kami akan support dan siap memberi masukan bagi program kerja yang ia lakukan," ucap Alice.


Penulis: