Ilustrasi proyek rumah susun.
Dari kapasitas 500 unit, sebanyak 837 berkas pemohon telah masuk dalam daftar tunggu. 

Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Marunda di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara kini siap dihuni warga DKI Jakarta setelah sebelumnya direnovasi.

Dari kapasitas 500 unit, sebanyak 837 berkas pemohon telah masuk dalam daftar tunggu. 

"Renovasi berupa pengecatan ulang, serta perbaikan sistem air dan listrik," kata Kepala Unit Pengelola Rumah Susun Wilayah I Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Daerah DKI Jakarta, Kusnindar, di Jakarta, Rabu (5/12).

Dia menjelaskan, Rusunawa yang siap dihuni adalah kluster B terdiri dari lima blok atau 500 unit dengan tipe 30.

Dia juga mengungkapkan, jumlah pemohon untuk rumah susun yang berkasnya sudah masuk dalam daftar tunggu, sampai saat ini sudah mencapai 837 pemohon.

"Baik melalui kelompok masyarakat, maupun yang datang sendiri, banyak yang sudah mengajukan permohononan. Yang berkelompok berjumlah 676 pemohon, sedangkan yang datang sendiri sebanyak 161 pemohon," kata Kusnindar,

Meski banyak pemohon yang mendaftar, Kusnindar mengatakan masih akan melakukan klarifikasi ulang terhadap para pemohon tersebut.

"Karena Dinas Perumahan tidak melayani yang berasal dari kelompok masyarakat, maka warga yang sudah terlanjur memohon rusunawa melalui kelompok tersebut, agar segera datang sendiri dengan membawa dokumen persyaratan asli," sambungnya.

Adapun persyaratan permohonan, menurut Kusnindar, antara lain adalah fotokopi KTP DKI Jakarta, fotokopi KK dan surat nikah (bagi yang sudah berumahtangga), pas foto ukuran 3x4 (3 lembar) dan 4x6 (1 lembar), surat keterangan belum memiliki rumah dari kelurahan (PM 1), surat keterangan penghasilan/slip gaji, materai (4 buah), dan membuka rekening tabungan Bank DKI Cabang JatiBaru.

Sementara itu, tarif sewa per bulan di luar tagihan listrik dan air PAM, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2012, adalah lantai I seharga Rp371.000 per bulan, lantai II seharga Rp354.000 per bulan, lantai III seharga Rp338.000, lantai IV seharga Rp321.000 per bulan, dan lantai V seharga Rp304.000 per bulan.

"Mengingat jumlah unit yang tersedia terbatas dan jumlah pemohon cukup banyak, maka pada tanggal 22 Desember 2012 akan dilakukan pengundian oleh Bapak Gubernur DKI Jakarta, di Rusunawa Pulo Gebang, Jakarta Timur," tegasnya.

Apabila tidak lolos pengundian, menurut Kusnindar, maka pemohon akan dimasukkan dalam daftar tunggu, untuk kemudian diumumkan melalui website rumah-gedungjakarta.org dan di kantor pengelola setempat.

 


Penulis: