Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto
Pembangunan waduk ini diharapkan bisa mengurangi banjir di Jakarta.

Kementerian Pekerjaan Umum memprioritaskan pembangunan waduk di Ciawi sebagai salah satu upaya untuk mengurangi banjir di Jakarta. Percepatan pembangunan waduk ini tengah dipersiapkan dengan memulai penyusunan detail engineering design (DED).

“Waduk Ciawi ini sudah diprogramkan dan akan dibangun untuk kurangi debit air di Kali Ciliwung, sehingga bisa kurangi banjir di Jakarta,” ujar Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dalam jumpa pers di di Kementerian Pekerjaan Umum di Jakarta, Rabu (9/1).

Pembangunan waduk ini, urai Djoko, sebelumnya belum diprioritaskan untuk dibangun karena kapasitasnya terlalu kecil untuk bisa atasi banjir. Namun, pembangunan waduk ciawi ini menjadi prioritas karena Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membutuhkan air baku dan untuk konservasi agar bisa atas banjir.

“Karena itu, proyek ini diprogramkan kembali untuk segera dibangun untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” papar Djoko.

Sementara itu, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum Mohammad Hasan mengatakan pihaknya masih akan mengkaji pembangunan waduk ini. Kajian yang akan dilakukan itu diperkirakan membutuhkan waktu hingga satu tahun karena masih harus disusun DED serta proses pembangunannya.

Kajian itu juga nanti akan mengetahui berapa banyak titik banjir yang dapat diatasi. Namun begitu, pembangunan waduk ini terkendala oleh pembebasan lahan yang belum juga dilakukan.

“Nanti kami dari Pekerjaan Umum yang bangun waduk ini, tidak perlu diberikan ke swasta,” tambah dia.

Penulis: