Polisi Ungkap Judi Togel Beromset Ratusan Juta
Pihak kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti dan rekening uang senilai Rp1 miliar.

Subdirektorat Reserse Mobil (Resmob) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya mengungkap perjudian togel dan online dengan omzet Rp200 juta hingga Rp300 juta per hari.

"Kami tangkap 11 orang pelaku, terdiri dari pemilik, agen dan perekap judi itu," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar (Pol) Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (11/1).

Dikatakan Rikwanto, para pelaku itu masing-masing berinisial ISH alias IW (bandar judi togel), HR alias TO (bandar judi togel dan judi online), serta CBU alias CU (bandar judi togel dan judi online). Berikutnya juga HBU alias OGL, MH, MI alias SP (karyawan), MY alias YN (karyawan), HRD (karyawan), TKK (agen judi togel), IG alias IP (karyawan), serta TB alias TM (karyawan).

"Awalnya, tersangka MI, MY, HRD dan TKK, ditangkap di Jalan Kramat Baru Blok H-1 No 415 RT10 RW01, Johar Baru, Jakarta Pusat, 19 Desember lalu. Mereka mendapatkan omzet penyelenggaraan judi togel Rp30 juta sampai Rp50 juta per hari," kata Rikwanto.

Dilanjutkannya, polisi kemudian melakukan pengembangan. Rikwanto menyampaikan, selanjutnya polisi menangkap ISH alias IW melalui penelusuran rekening setoran para karyawannya.

"Setelah ditangkap, diiketahui ISH ternyata punya sejumlah rekening. Kemudian, kembali ditelusuri dan polisi kembali melakukan penangkapan terhadap HR alias TO, IG dan TB," jelasnya.

Ditambahkan Rikwanto, penyidik tak berhenti sampai disitu. Melalui rekening IG dan TB yang diketahui sebagai bagian administrasi, kembali ditelusuri dan terungkap ada aliran ke sejumlah rekening lain. Diketahui, dalam rekening IG dan TB, aliran dana setoran mencapai Rp30 juta sampai Rp100 juta per hari ke rekening bandar CBU di Solo.

"Dari keterangan aliran dana itu, akhirnya polisi menangkap CBU, HBU dan MH. Dalam pemeriksaan, mereka mengaku mendapatkan omzet mencapai Rp 200 juta sampai Rp300 juta per hari," sebutnya.

Rikwanto menjelaskan, selain membekuk para pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain berupa lima unit komputer berikut CPU, empat buah pesawat telepon, dua printer, 12 kalkulator, satu dus rekapan judi, sejumlah telepon genggam, modem, serta sejumlah buku rekening.

"Selain itu, ada uang Rp1 miliar yang masih ada di rekening salah satu bank. Nanti, jika sudah pelimpahan tahap dua ke kejaksaan, akan diserahkan," ungkapnya.

Rikwanto memaparkan, jenis togel yang dimainkan merupakan togel Singapura. Sementara alamat judi online-nya adalah di www.sbobet.com.

"Jadi mereka beroperasi di Jakarta, bandar togelnya di Solo. Kalau Solo, bandar online-nya di Jakarta," imbuhnya.

Guna mengantisipasi terus berkembangnya judi togel dan online, Rikwanto menegaskan bahwa pihaknya akan meningkatkan patroli online dan peran Babinkamtibmas di tengah masyarakat.

"Pencegahannya, kami akan meningkatkan peran Babinkamtibmas door to door, supaya tahu apa yang terjadi di lingkungannya. Paling tidak, kenal warganya. Untuk judi online, polisi patroli cyber," tandasnya.

Atas perbuatannya, para pelaku diancam Pasal 303 KUHP atau Pasal 3 dan Pasal 4 UU RI No.8 Tahun 2010 tentang Perjudian dan Pencucian Uang.

Penulis: /WBP