Ilustrasi Jalan Tol
"Kami sudah bayar sebagian untuk pengadaan tanahnya, pada Desember 2012 lalu."

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan telah mengucurkan bantuan dana pengadaan tanah sebesar Rp30 miliar, dari rencana Rp350 miliar untuk mendukung pembangunan proyek tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu).

Adapun lahan yang telah dibebaskan untuk proyek itu ditaksir baru 30% dari total kebutuhan tanah.

"Kami sudah bayar sebagian untuk pengadaan tanahnya, pada Desember 2012 lalu. Tapi masih banyak tanah yang belum bebas. Kami keluarkan itu untuk yang memerlukannya saja," ungkap Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PU, Djoko Murjanto, di Jakarta, akhir pekan ini.

Pembebasan lahan untuk jalan tol Becakayu ini dinilai tidak terlalu banyak, karena sudah ada tiang-tiang pancang yang sudah terbangun.

Pembangunan proyek, menurut Djoko, tinggal melanjutkan dari tiang pancang yang sudah berdiri di sepanjang sungai Kalimalang. "Makanya tidak semua lahan dibebaskan, karena sudah ada itu," ujar dia.

Bahkan, menurutnya lagi, pemerintah daerah setempat telah mengeluarkan Surat Persetujuan Penetapan Lokasi Proyek (SP2LP) yang sempat menjadi kendala pembangunan proyek ini. Surat tersebut sudah diterbitkan pada akhir Desember 2012, dengan didukung persetujuan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

Menurut Djoko lagi, begitu tanah tidak mengganggu proses konstruksi, maka pembangunan bisa segera dilakukan. Teorinya, sekarang sebetulnya sudah bisa untuk mulai konstruksi. Tetapi masih ada beberapa bidang tanah yang menyulitkan konstruksi, sehingga belum terlaksana sampai sekarang.

"Tentu kami percepat prosesnya. Makin cepat dibangun, investor akan makin cepat mendapatkan keuntungan," tambahnya.

 


Penulis: