Banjir sudah memasuki lantai lobby gedung UOB di daerah Bundaran HI. FOTO: Micha Wattimena
Genangan air yang memenuhi gedung UOB masih tinggi, butuh alat sedot tambahan.

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) mendatangi Gedung UOB Plaza di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (19/1) untuk memantau evakuasi korban UOB. Jokowi menilai keadaan masih belum maksimal dan perlu penambahan alat penyedot air.
 
Menggunakan mobil Toyota Innova pelat merah bernomor B 1969 PQP, Jokowi langsung masuk melewati pintu samping. Setelah melihat keadaan, ia pun menilai perlu penambahan alat penyedot air agar proses evakuasi dapat berjalan maksimal.
 
"Masih tinggi sekali, kira-kira tiga meter lebih. Kalau ada tiga lantai berarti sembilan meter. Akan kita kerahkan penyedot yang lebih besar, saya akan usahakan hari ini," katanya.
 
Jokowi mengungkapkan, yang menjadi permasalahan saat ini, pompa penyedot lain masih digunakan di sejumlah tempat.
 
"Sedang digunakan di tempat lain. Kalau di tempat lain tidak dipakai, bisa bantu di sini. Mungkin dua-tiga jam selesai. Tapi kan semuanya digunakan, problemnya begitu. Rencananya mau diambil satu-dua yang tidak begitu prioritas untuk ditarik ke sini dulu karena kemungkinan masih ada korban," jelasnya.
 
Jokowi mengaku belum tahu ada berapa korban lagi di dalam basement. "Coba tanya pemilik, mudah-mudahan enggak ada. Tapi kita akan terus mencari di basement. Yang penting bagaimana selamat dulu," ungkapnya.

Polisi, Badan SAR Nasional, serta Pemadam Kebakaran, dan Penanggulangan Bencana menduga, masih ada sejumlah korban yang terjebak di Gedung UOB Plaza, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Proses evakuasi hingga kini masih terus berjalan.

"Prosesnya masih diselami untuk pencarian korban. Diduga mungkin ada karyawan gedung atau sopir-sopir yang tengah istirahat saat air datang," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto.

Terdapat empat lantai ke bawah di basement parkiran Gedung UOB. Basement B1 tingginya 5 meter, B2 hingga B4 masing-masih empat meter, sehingga total tinggi basement 17 meter dengan luas 5.000 meter persegi.

Selain pencarian korban, kata Rikwanto, pihak pemadam kebakaran juga masih menyedot atau menguras air dari dalam basement.

"Damkar masih melakukan penyedotan air. Semoga cepat surut dan proses evakuasi dapat diselesaikan," tandasnya.

Sebelumnya diketahui, dua korban yang terjebak di basement Gedung UOB Plaza berhasil ditemukan selamat kendati keadaannya lemas.

Pertama, Tri Santoso ditemukan Jumat (18/1), sekitar pukul 08.30. Ia berhasil menyelamatkan diri setelah berenang menggunakan ban dalam yang ditemukannya di lokasi. Korban kedua yang selamat atas nama Tito (32). Setelah terendam sekitar satu setengah hari, pekerja teknis di Gedung UOB itu, ditemukan selamat Jumat (18/1) malam pukul 23.15.

Sementara, satu korban ditemukan tak bernyawa tadi pagi sekitar pukul 06.00. Korban bernama Abdul Haris (20), ditemukan tewas di basement 1 gedung UOB.

Penulis: /WEB