Petugas membersihkan angkutan umum Kopaja AC sebelum peluncuran Kopaja AC P-19 dan P-20 di Ragunan, Jakarta. FOTO: ANTARA
"Kopaja-Kopaja ini diizinkan melintas jalur khusus busway. Karena itu, body bus sudah disesuaikan dengan hal-hal busway. Salah satunya adalah memiliki pintu keluar-masuk penumpang di tengah, dengan deck tinggi atau sejajar dengan halte busway."

Jakarta
- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan 40 unit bus sedang Kopaja AC yang terintegrasi dengan Busway, Selasa (22/1). Bus terdiri atas, 20 unit Kopaka P20 jurusan Senen-Lebak Bulus, dan Kopaja S13 (Ragunan-Grogol).

"Nantinya, Kopaja-Kopaja ini diizinkan melintas jalur khusus busway. Karena itu, body bus sudah disesuaikan dengan hal-hal busway. Salah satunya adalah memiliki pintu keluar-masuk penumpang di tengah, dengan deck tinggi atau sejajar dengan halte busway," kata Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di Monas, Jakarta.

Pada tahap awal, lanjutnya, dua trayek angkutan umum itu akan bersinggungan langsung dengan busway koridor 2, 6, 9, 1 dan 8. Selain itu, busway juga akan terintegrasi dengan Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) Cibinong, Bekasi, Ciputat dan Tangerang.
 
"Sekarang baru 40 unit kopaja AC. Tahap selanjutnya, dilanjutkan pada Maret. Akan ada lagi 20 Kopaja AC yang akan terintegrasi dengan rute-rute koridor busway," kata Jokowi di Monas, Jakarta, Selasa (22/1).

Ke depannya, ujar Jokowi, pihaknya juga akan membuat sistem integrasi terhadap alat transportasi lain, seperti kereta rel listrik (KRL) Bandara.

"Nanti juga akan dibuat sistem integrasi dengan KRL Bandara. Kami perkirakan KRL Bandara akan beroperasi mulai dari Manggarai, Dukuh Atas, langsung menuju Bandara Soekarno-Hatta, akhir tahun nanti. Kalau monorel sudah beroperasi, juga akan terintegrasi dengan Kopaja AC. Lalu, tahun ini, kami juga menambah 1.000 unit bus sedang, yakni Kopaja dan Metromini. Kopaja dan Metromini yang jelek akan diperbarui," ujarnya.

Soal manajemen 1.000 unit bus sedang itu, menurut Jokowi, akan diupayakan dalam satu manajemen transportasi. Rencananya, bila BUMN PPD dapat menjadi milik Pemprov DKI, maka Kopaja dan Metromini akan diatur dalam satu manajemen. Ini juga karena bus akan dimasukkan dalam satu pool, sehingga pembinaan supir, controlling bus dan gaji supir bisa lebih baik dan sama.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Udar Pristono mengatakan, kuantitas armada Kopaja AC akan terus ditambah sebanyak 20 unit. Sehingga pada Maret mendatang akan ada 60 Kopaja AC yang akan beroperasi terintegrasi dengan bus TransJakarta.

"Kopaja AC ini dapat melalui jalur busway, karena deck Kopaja sudah disesuaikan dengan ketinggian halte busway. Halte Transjakarta juga sedang dalam proses pengembangan, salah satunya pintu keluar-masuk akan ditambah," jelasnya.

Pengoperasian bus sedang terintegrasi TransJakarta merupakan langkah Pemprov DKI dalam menyediakan angkutan umum sesuai dengan standar pelayanan minimal yang telah diamanatkan pada UU No.22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Selain itu, hal ini ditujukan untuk meningkatkan daya jangkau penumpang dan luasan area layanan operasional bus sedang, yang berfungsi sebagai angkutan penghubung atau feeder dengan menggunakan sistem direct service.

"Ketiga, membangun kepedulian dan minat masyarakat untuk beralih ke angkutan umum berbasis massal. Diharapkan (hal ini) dapat menurunkan kemacetan," harap Pristono.

Pengoperasian bus sedang yang bisa melalui jalur busway ini sendiri dilakukan berdasarkan SK Menteri Perhubungan No.35 tahun 2003 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang di Jalan dengan Kendaraan Umum, serta Pergub No.103 tahun 2007 tentang Pola Transportasi Makro.

Penulis: