Ilustrasi lahan parkir mobil di Jakarta.
Naik dalam hitungan bulan dan tanpa sosialisasi.

Jakarta -
Warga Jakarta mengeluhkan kenaikan tarif parkir off street untuk mobil yang kembali naik dalam hitungan bulan saja. Di bulan Oktober 2012, tarif parkir off street naik menjadi Rp 3.000 per jam dari awalnya Rp 2.000, sekarang di beberapa pusat perbelanjaan sudah menaikkan tarif parkir off street menjadi Rp 4.000 per jam.

Tarif parkir off street Rp 4 ribu per jam sudah diberlakukan di beberapa gedung, seperti Pacific Place, Grand Indonesia, dan Senayan City.

Kenaikan tarif parkir yang tanpa sosialisasi tersebut disesalkan seorang warga Jakarta bernama Noviyanti. Dia tidak tahu tarif parkir off street sudah dinaikkan menjadi Rp 4.000 per jam. Ia baru tahu saat parkir di FX Plaza, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, selama dua jam, dia harus merogoh kocek sebesar Rp 9.000 untuk membayar parkir.

“Itu sudah dua minggu yang lalu. Saya kaget, kok baru dua jam saya harus bayar Rp 9.000. Hitung-hitung saya cuma dua jam. Lalu saya tanya sama petugas tiket parkirnya, katanya tarif parkir sudah dinaikkan. Saya tanya, kok ga ada pengumuman, si petugas cuma mesem-mesem saja,” ungkapnya kepada Beritasatu.com.

Noviyanti tidak keberatan tarif parkir mau dinaikkan setinggi-tingginya, asalkan Pemprov DKI sudah menyediakan sarana transportasi massal dan angkutan umum yang terintegrasi, nyaman, dan aman. Sebab saat ini, transportasi massal di Jakarta belum terintegrasi dengan angkutan umum. Selain itu, banyak laporan mengenai kejahatan di angkutan umum Jakarta dengan korban perempuan dan anak-anak.

“Coba bayangin, saya [pernah] jalan sama anak-anak pakai angkutan umum. Jalannya ugal-ugalan. Berhenti seenaknya. Belum lagi kendaraan bermotor yang seenaknya menyalip penumpang yang turun di halte,” tutur perempuan yang menempuh kantornya di kawasan Thamrin dengan mobil pribadi ini.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan kenaikan tarif parkir off street di dalam gedung maupun pusat perbelanjaan merupakan hal yang wajar dan tidak melanggar hukum. Kebijakan tersebut justru dilakukan sebagai salah satu membatasi pergerakan kendaraan bermotor di jalan raya.

“Kenaikan tarif parkir off street boleh saja. Tindakan ini tentu dibarengi dengan pengamatan dan hitung-hitungan dari pengelola gedung sendiri,” kata Basuki atau Ahok di Balaikota DKI, Jakarta, Senin (4/2).

Keluhan masyarakat yang menilai tarif parkir mobil yang terlalu tinggi, dinilainya merupakan hal yang biasa. Namun dia yakin, dengan kenaikan tarif tersebut, tidak ada kaitannya dengan penurunan jumlah pengunjung di pusat perbelanjaan.

“Artinya, tidak ada masalah dengan kenaikan tarif parkir dengan sepi atau tidaknya pengunjung yang datang. Bila ini dilakukan, orang lebih baik menggunakan transportasi umum dan bisa mengurangi kemacetan,” ujarnya.

Penulis: /WEB