Tawon, kendaraan umum kecil yang dibuat untuk menggantikan bajaj.

Jakarta - Jenis kendaraan mikrobus merek Tawon dari Rangkasbitung, Banten, ditawarkan kepada Pemprov DKI Jakarta untuk menggantikan kendaraan roda tiga, bajaj, di Ibukota. Namun penawaran tersebut belum direspons penuh oleh Pemprov DKI Jakarta, karena mereka harus mengikuti lelang terlebih dahulu untuk mendapatkan spesifikasi kendaraan tersebut.

Menurut Ade Muharom, Ketua Paguyuban Angkutan Lingkungan Pengemudi Tawon, pihaknya sudah bertemu Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, dan mendapat tanggapan harus ikut lelang dulu.

"Tawon [diciptakan] untuk mengganti kendaraan bajaj di Jakarta. Sekarang sedang minta izin dulu, tapi tanggapan dari Dishub kami harus mengikuti lelang dulu," ujar Ade di Balai Kota, Jumat (1/3) saat menawarkan kendaraan mirip kendaraan jenis Kancil tersebut.

Kendaraan Tawon tersebut berkapasitas mesin 650 cc, dengan kecepatan maksimal 90 km per jam, dan maksimal penumpang 4 orang. Per unitnya, kendaraan mini ini dibanderol harga Rp 50 juta dan memiliki pelat nomor hitam. Tetapi Tawon mengaku, saat ini belum dilakukan tahapan sosialisasi kepada masyarakat luas kendati sudah dilakukan produksi dalam jumlah yang cukup banyak.

Dari segi pembuatan, Tawon menggunakan mesin impor, namun rangkaian badan kendaraan --yang dibuat dalam berbagai warna-- dibuat di Rangkasbitung, Banten. Namun, bahan bakar kendaraan ini menggunakan jenis premium, sehingga kurang memiliki kelebihan dibanding kendaraan umum jenis bajaj yang sudah ada di Jakarta saat ini.


Suara Pembaruan

Penulis: DMP/NAD

Sumber:Suara Pembaruan