Penjualan New Honda City Ditargetkan 1.200 Unit Hingga Akhir Tahun

New Honda City generasi keempat. (Beritasatu Photo/ Herman)

Oleh: Ridho Syukro / WBP | Kamis, 20 April 2017 | 15:28 WIB

Jakarta- PT Honda Prospect Motor (HPM) telah meluncurkan New Honda City pada 16 Maret lalu. Tampilan terbaru Honda City ini tampil lebih agresif dan sporty.

Marketing and After Sales Service Director PT. HPM Jonfis Fandy mengatakan per tanggal 20 April 2017, penjualan New Honda City sudah mencapai 128 unit. Perseroan menargetkan penjualan New Honda City hingga akhir tahun mencapai 1.200 unit.

Honda City pertama kali diluncurkan di Indonesia sejak tahun 1996 dan tetap menjadi mobil favorit konsumen khususnya yang mencintai mini sedan. Sejak diluncurkan tahun 1996 hingga Februari 2017, penjualan New Honda City sudah mencapai 69.051 unit. "New Honda City menjadi model mini sedan terlaris di Indonesia dengan market share mencapai 44 persen," ujar dia dalam acara "Test Drive New Honda City", di Jakarta, Kamis (20/4).

Ia mengatakan model terbaru New Honda City mengalami perubahan eksterior termasuk desain baru yang semakin tajam dan dinamis pada bumper depan, grill depan, fog lamp dan bumper belakang. Lampu depan New Honda City menggunakan New Full LED Headlight yang semakin mewah dan dilengkapi dengan Daytime Running Light (DRL) untuk menambah keamanan dan kenyamanan saat berkendara. Tampilan baru juga tampak pada desain alloy wheel 16 yang semakin sporty.

Bagi konsumen yang membawa barang, bisa menyimpan dengan aman karena New Honda City dilengkapi ruang kargo seluas 485 liter.

Untuk menghidupkan mesin, pengemudi cukup menekan panel instrumen start/stop (keyless) dan menginjak rem secara bersamaan untuk mesin transmisi CVT, atau menginjak kopling khusus untuk transmisi manual.

New Honda City menggunakan mesin 1.5 SOHC i-VTEC yang menghasilkan tenaga maksimum sebesar 120 PS pada 6.600 rpm dan torsi maksimum 14.8 kg.m pada 4600 rpm yang merupakan tenaga besar di kelasnya.

New Honda City tersedia dalam varian E baik transmisi CVT maupun manual 5 percepatan. Harganya dijual dari Rp 312 juta untuk tipe E manual dan Rp 322 juta untuk tipe E CVT.

Ia mengatakan pasar sedan di Indonesia memang masih kecil, tidak sebesar pasar MPV maupun SUV. Salah satu tantangan utama sedan di Indonesia adalah pajak pertambahan barang mewah (PPnBM) sangat tinggi mencapai 30 persen sehingga membuat sedan sulit berkembang.

Ia berharap pemerintah bisa menurunkan pajak PPnBM pada level 20 persen agar pasar sedan meningkat. Di samping itu, jika pajak PPnBM diturunkan, maka produksi sedan bisa lebih banyak dan bisa diekspor.




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT